UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM PENGGUNAAN ALAT PERAGA PEMBELAJARAN MELALUI PELAKSANAAN SUPERVISI KUNJUNGAN KELAS DI SD NEGERI 02 KOTO BALINGKA

Nilawarni Nilawarni

Sari


Tujuan penelitian ini adalah peningkatan kemampuan guru kelas dalam penggunaan alat peraga melalui pelaksanaan supervise kunjungan kelas SDN 02 Koto Balingka UPTD Pendidikan Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat.
Penelitian Tindakan Sekolah ini dilakukan di SDN 02 Koto Balingka UPTD Pendidikan Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat. Jenis tindakan dalam penelitian ini adalah berupa tindakan nyata yaitu penggunaan alat peraga melalui pelaksanaan supervise kunjungan kelas. Penelitian dilakukan pada semester I, tepatnya pada bulan Juli-Maret 2018. Subjek penelitian tindakan sekolah ini adalah guru kelas di SDN 02 Koto Balingka UPTD Pendidikan Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat dengan jumlah 14 orang guru.
Hasil penelitian menunjukkan kemampuan guru dalam perencanaan pembelajaran menggunakan alat peraga pembelajaran pada kondisi awal hanya mencapai angka rerata sebesar 57,31 dengan kriteria kurang dan siklus pertama meningkat menjadi 68,37 dalam kriteria cukup dan pada siklus terakhir menjadi 80,10 dalam kriteria sangat baik, dan secara individual per guru pada kondisi awal belum ada guru yang dinyatakan tuntas, meningkat menjadi 6 orang guru atau 45,45% dan pada siklus terakhir menjadi 14 orang guru atau 100%.
Kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan alat peraga pembelajaran pada kondisi awal hanya mencapai angka rerata sebesar 59.03 dengan kriteria kurang dan siklus pertama meningkat menjadi 69,84 dalam kriteria cukup dan pada siklus terakhir menjadi 84,32 dalam kriteria sangat baik, dan secara individual per guru pada kondisi awal belum ada guru yang dinyatakan tuntas, meningkat menjadi 7 orang guru atau 45,45% dan pada siklus terakhir menjadi 14 orang guru atau 100%.
Dari penjelasan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan supervisi kunjungan kelas terbukti dapat meningkatkan kemampuan guru dalam penggunaan alat peraga pembelajaran.

Teks Lengkap:

Hal 69-78

Referensi


Arief S. Sardiman, 2011. Media Pendidikan;Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya, Jakarta:Raja Grafindo Persada

Arikunto, Suharsimi, 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Penerbit Rineka Cipta

Arikunto, Suharsimi. 2006. Metodologi Penelitian. Penerbit PT. Rineka Cipta.

Jakarta.

Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Darhim. (1986). Media dan Sumber Belajar, Jakarta I. UniversitasTerbuka. Depdikbud

Darmadi, Hamid. (2009), Kemampuan Dasar Mengajar. Bandung :Pustaka Setia.

Depdiknas. 2003. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Jakarta.

Hasibuan, Malayu S. P, dkk. 1988. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Indrafachrudi, Soekarto dan Hendyat Soetopo. 1989. Administrasi Pendidikan. Malang : IKIP Malang.

Lovell, Jhon & Wiles Kimball. 1993. Supervision For Better Schools : Fifth Edition. New Jersey : Prentice-hall, Inc.

Martin Handoko (1992 ). Motivasi daya penggerak tingkah laku. Yogyakarta :

Kanisius

Mohammad Uzer Usman. (2006). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya

Mulyasa, E. 2009. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyasa. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep, Karakteristik dan Implementasi. Bandung : Remaja Rosda Karya.

Nasution, S. 2005. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.

Oliva, P.F.1984. Supervision for Todays School. New York: Tomas J. Crowell Company

P3G, 1980, Pemilihan Bahan Pengajaran. Jakarta: Penlok P3G

Rina Dyah Rahmawati, dkk. (2006). Petunjuk Penggunaan Alat Peraga di Sekolah Dasar. Yogyakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah

Sahertian, Mataheru, Frans, 1985, Prinsip dan Teknik Supervisi Pendidikan,. Surabaya: Penerbit Usaha Nasional

Sahertian, Piet. 1989. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam rangka Pengembangan Sumberdaya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.

Salamah. 2004. ”Kemampuan Mengajar Guru Sekolah Dasar” dalam Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 6 No. 1, April 2004.

Sanjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana Prenada Media.

Sergiovanni, T.J. (1991). The principalship : A reflective practice perspective (2nd ed). Boston: Allyn and Bacon.

Sudjana Nana dan Rivai Ahmad, 2002. Media Pengajaran, Sinar Baru Algensindo:Bandung

Sudjana, Nana. 2002. Dasar-dasar Proses Balajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Sudjana. 1996. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Bandung: Tarsito.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta

Supandi. 1990. Model Pembelajaran Pendidikan. IKIP Yogyakarta : Direktorat Jenderal Tinggi.

Sutrisna. 1993. Administrasi Pendidikan: Desain Teoritis untuk Praktek Profesional. Bandung: Penerbit Angkasa.

Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Belajar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Undang-Undang No.14 Tahun 2005. Guru dan Dosen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Uno, Hamzah. B. (2010). Perencanaan Pembelajaran. Jakarta:Bumi Aksara.

Usman, M. 1990. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Zahara Idris, 1981. Dasar-Dasar Kependidikan, Padang: Angkasa Raya


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.