PELAKSANAAN KEGIATAN SUPERVISI KUNJUNGAN KELAS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU KELAS DALAM PENILAIAN HASIL BELAJAR SISWA DI SDN 02 GUNUNG TULEH

Lili Warni

Sari


Dalam menjalankan tugas sebagai supervisor, kepala sekolah dapat memilih pendekatan yang tepat sesuai dengan masalah yang dihadapi guru dan perlu memperhatikan tingkat kematangan guru. Supervisi tidak didefinisikan secara sempit sebagai satu cara terbaik untuk diterapkan disegala situasi melainkan perlu memperhatikan kemampuan individu, kebutuhan, minat, tingkat kematangan individu, karakteristik personal guru, semua itu dipertimbangkan untuk menerapkan supervisi.
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas, pokok masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan seperti tertuang pada pertanyaan berikut “apakah pelaksanaan kegiatan supervisi kunjungan kelas dapat meningkatkan kemampuan guru kelas dalam melakukan kegiatan penilaian hasil belajar. Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan peran serta kepala SDN 02 Gunung Tuleh dalam memfasilitasi para guru yang dihadapkan dengan kesulitan teknis pengelolaan pembelajaran, yang akan memberi dampak kurang baik terhadap proses dan hasil belajar siswa. Subjek penelitian adalah guru kelas di SDN 02 Gunung Tuleh yang terdiri dari 6 orang guru kelas I s.d guru kelas VI. Sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah peningkatan kemampuan guru dalam melakukan kegiatan penilaian hasil belajar siswa Data yang dikumpulkan dalam pelaksanaan kegiatan penelitian tindakan kelas ini melalui beberapa teknik, yaitu teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi.
Adapun analisis data secara deskriptif kualitatif dalam penelitian ini adalah memaknai data dengan cara membandingkan hasil dari sebelum dilakukan tindakan dan sesuadah tindakan. Analisis data ini dilakukan pada saat tahapan refleksi. Hasil analisis digunakan sebagai bahan refleksi untuk melakukan perencanaan lanjut dalam siklus selanjutnya.
Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi kunjungan kelas terbukti dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan kegiatan penilaian hasil belajar. Guru menunjukkan keseriusan dalam memahami dan melaksanakan kegiatan penilaian hasil belajar. Hal itu dapat dibuktikan dari hasil observasi/pengamatan yang memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan guru melaksanakan kegiatan penilaian hasil belajar dari siklus ke siklus . Pada siklus I nilai rata-rata capaian secara klasikal dari 42,82 dengan kategori KURANG, meningkat menjadi 67,82 dengan kategori CUKUP serta pada siklus terakhir menjadi 86,11 dengan kategori BAIK, dan secara individual per guru dari 2 orang atau 33,33% pada siklus pertama meningkat menjadi 100% atau 6 orang guru pada siklus terakhir

Teks Lengkap:

Hal 47-56

Referensi


Mardapi, Dj. dan Ghofur, A, (2004). Pedoman Umum Pengembangan Penilaian;Kurikulum Berbasis Kompetensi SMA. Jakarta: Direktorat PendidikanMenengah Umum.

Rasyid, Harun dan Mansur, (2007). Penilaian Hasil Belajar. Bandung : PT. Wacana Prima

Arief S. Sardiman, 2011. Media Pendidikan;Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya, Jakarta:Raja Grafindo Persada

Arikunto, Suharsimi, 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Penerbit Rineka Cipta

Arikunto, Suharsimi. 2006. Metodologi Penelitian. Penerbit PT. Rineka Cipta.

Jakarta.

Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Darhim. (1986). Media dan Sumber Belajar, Jakarta I. UniversitasTerbuka. Depdikbud

Darmadi, Hamid. (2009), Kemampuan Dasar Mengajar. Bandung :Pustaka Setia.

Depdiknas. 2003. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Jakarta.

Hasibuan, Malayu S. P, dkk. 1988. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Indrafachrudi, Soekarto dan Hendyat Soetopo. 1989. Administrasi Pendidikan. Malang : IKIP Malang.

Lovell, Jhon & Wiles Kimball. 1993. Supervision For Better Schools : Fifth Edition. New Jersey : Prentice-hall, Inc.

Martin Handoko (1992 ). Motivasi daya penggerak tingkah laku. Yogyakarta :

Kanisius

Mohammad Uzer Usman. (2006). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya

Mulyasa, E. 2009. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyasa. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep, Karakteristik dan Implementasi. Bandung : Remaja Rosda Karya.

Nasution, S. 2005. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.

Oliva, P.F.1984. Supervision for Todays School. New York: Tomas J. Crowell Company

P3G, 1980, Pemilihan Bahan Pengajaran. Jakarta: Penlok P3G

Rina Dyah Rahmawati, dkk. (2006). Petunjuk Penggunaan Alat Peraga di Sekolah Dasar. Yogyakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah

Sahertian, Mataheru, Frans, 1985, Prinsip dan Teknik Supervisi Pendidikan,. Surabaya: Penerbit Usaha Nasional

Sahertian, Piet. 1989. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam rangka Pengembangan Sumberdaya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.

Salamah. 2004. ”Kemampuan Mengajar Guru Sekolah Dasar” dalam Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 6 No. 1, April 2004.

Sanjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana Prenada Media.

Sergiovanni, T.J. (1991). The principalship : A reflective practice perspective (2nd ed). Boston: Allyn and Bacon.

Sudjana Nana dan Rivai Ahmad, 2002. Media Pengajaran, Sinar Baru Algensindo:Bandung

Sudjana, Nana. 2002. Dasar-dasar Proses Balajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Sudjana. 1996. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Bandung: Tarsito.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta

Supandi. 1990. Model Pembelajaran Pendidikan. IKIP Yogyakarta : Direktorat Jenderal Tinggi.

Sutrisna. 1993. Administrasi Pendidikan: Desain Teoritis untuk Praktek Profesional. Bandung: Penerbit Angkasa.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.