TRADISI BERARAK DARI RUMAH SIEMPU KE LAPANGAN TEMPAT SHALAT IDUL FITRI

Amanan Amanan

Sari


The Berarrak (parade) tradition from Siempu house to the Idul Fitri Praying place, the district of Gunung Sahilan, Kampar Regency, Riau is still exist and being practiced by the society of Kebundurian. This tradition is conducted to glorify leaders of custom, religion or government. The people of Kebundurian call it Tungku Tigo Sajorang. The purpose of this tradition also to show us that all the leaders work and live in harmony and based on the rule. There is also a good relationship between leaders and people. As a result of a good relationships, the development in this village will reach the goal as all people expected.

Teks Lengkap:

Hal 10-16

Referensi


Amanan, Takbiran Desa Kebundurian Kabupaten Kampar pada malam idul fitri, Padang : Jurnal Ilmiah Ekotrans, 2016.

Hamka, Sejarah Umat Islam (edisi baru), Singapura: Pustaka Nasional, PTE. LTD, 2002.

H.S., M. Yudo . “Sejarah Ringkas Kerajaan Gunung Sahilan”. (Kebun Durian: Manuskrip, Naskah tidak diterbitkan).

Ibrahim, Tengku Haji. “Sejarah Adat Istiadat Kampar Kiri”. (Gunung Sahilan): Naskah, tidak diterbitkan).

Kadir MZ, H Abdul. Sejarah Masuknya Islam di Riau. Pekan Baru: Yayasan Sagang,1999.

Karana, Abdul Jasar. “Riwayat Ringkas Almarhum Syekh Burhanudin”. Kuntu Darussalam: Manuskrip, 1984, Naskah, tidak diterbitkan.

Laurensius Arliman S, Hukum Adat Di Indonesia Dalam Pandangan Para Ahli Dan Konsep Pemberlakuannya di Indonesia, Jurnal Selat, Volume 5, Nomor 2, 2018.

Mel, Adenan. Menelusuri Jejak Jagad Raya Kampar Kiri dan Perkembangan Pemukiman 1945-1982. Pekanbaru : tidak diterbitkan, 1986)

UU.Hamidy. Riau sebagai pusat Bahasa dan Kebudayaan Melayu,1988.Pekanbaru: Bumi pustaka.




DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v1i4.166

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jumlah Kunjungan

Negara Pengunjung

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.