STUDI TINGKAT KECEMASAN REMAJA TERHADAP NO-MOBILE PHONE (NOMOPHOBIA) DI SMA NEGERI KOTA PADANG

Dwi Christina Rahayuningrum, Annisa Novita Sary

Sari


Telepon genggam telah membuat perubahan dari alat komunikasi sederhana menjadi perangkat komunikasi yang canggih yang sering disebut sebagai smartphone. Smartphone telah menjadi alat komunikasi dan informasi dalam kehidupan sehari-hari. Smartphone memfasilitasi individu dalam proses melakukan komunikasi dan memberikan tingkat mobilitas yang memungkinkan pengguna smartphone dapat dihubungi setiap saat . Tujuan penelitian ini agar dapat mempelajari tingkat kecemasan remaja dengan mobile phone. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik dengan desain kuantitatif. Penelitian di lakukan pada remaja SMA Negeri 5 dan SMA Negeri7 di Kota Padang pada tahun 2018. Data dikumpulkan melalui penyebaran koesioner dengan mengunakan teknik cluster sampling. Sampel pada penelotian ini berjumlah 75 orang. Hasil yang diperoleh 53% remaja Sekolah Menengah Atas di Kota Padang mengalami kecemasan sedang, dan 46% remaja Sekolah Menengah Atas di Kota Padang mengalami nomophobia sedang. Terdapat hubungan antara tingkat kecemasan remaja Sekolah Menengah Atas terhadap nomophobia di Kota Padang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan perbandingan apabila dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai tindakan penecagahan dan penatalaksanaan dalam mengatasi nomophobia pada remaja. Selain itu disarankan kepada pihak Sekolah maupun tenaga kesehatan agar dapat melakukan screening terhadap siswa terkait dengan penggunaan mobile phone.
Keyword : smartphone, alat komunikasi, nomophobia

Teks Lengkap:

Hal 34-37

Referensi


Anindita, Natasha. (2013, April). Talent Berita Sehat ‘Nomophobia’.

Budiharto. 2008. Metodologi Penelitian kesehatan dengan Contoh Bidang Ilmu Kesehatan Gigi. EGC: Jakarta.

Backer, Elisa, 2010. ‘’Using Smarthphone and Facebook in A Major Assessment: The Student Experience’’. EJournal. Australia : University of Ballarat

Badwilan, R.A. 2004. Rahasia Dibalik Handphone. Jakarta : Darul Falah.

Bragazzi, N. L., & Puente, G. D. (2014). A proposal for including Nomophobia in the new DSM-V. Psychology Research and Behavior Management, 155-160.

Bivin, J.B1., Mathew, Preeti., et.al. (2013). Nomophobia - Do We Really Need To Worry About?. A cross sectional study on Nomophobia severity among male Under Graduate students of Health Sciences. Vol -1.

Çaglar Kadir, Saglik, Erkan., Gullluce, Ali Caglar., Kaya,Ufuk., Ozhan,. (2014). Service Quality and Customer Satisfaction Relationship: A Research in 88 Erzurum Ataturk University Refectory. American International Journal of Contemporary Research.

Cheever, Nancy., Rosen, Larry., et.al. (2014). Out of sight is not out of mind: The impact of restricting wireless mobile device use on anxiety levels among low, moderate and high users. Computers in Human Be (Forgays, Hyman, & Schreiber, 2014)havior, 37. pp. 290–297.

Laurensius Arliman S, Dispensasi Perkawinan Bagi Anak Di Bawah Umur Di Pengadilan Agama Padangsidempuan, Jurnal Al Adalah, Volume 12, Nomor 4, 2015.

Mayangsari. A. P. (2015). Hubungan Antara Self-Esteem dengan Ketergantungan Telepon Genggam (Nomophobia) pada Remaja. Surabaya: Universitas Airlangga

Prasad, Patthi., et al. (2017). Nomophobia: A Cross-sectional Study to Assess Mobile Phone Usage Among Dental Students.

Rahayuningrum, DC. (2016). Hubungan Motivasi Bermain dan Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Adiksi Game Online Pada Remaja SMP N 13 Padang. [Thesis]; Universitas Andalas.

Yildirim, Caglar. (2014). Exploring the dimensions of Nomophobia: Developing and validating a questionnaire using mixed methods research. Graduate Theses and Dissertations. Lowa State University.




DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v1i2.25

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jumlah Kunjungan

Negara Pengunjung

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.