HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN IBU DAN PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI PUSKESMAS RAWAT INAP SIDOMULYO PEKANBARU TAHUN 2018

Silva Rijulvita

Sari


Pemberian ASI Ekslusif merupakan modal dasar pembentukan manusia yang berkualitas di samping untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada dasarnya saat ini banyak ibu yang bekerja memberikan pengganti ASI sebelum waktunya. Salah satu manfaat ASI yaitu dapat meningkatkan berat badan bayi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Status pekerjaan ibu dan peningkatan berat badan bayi terhadap pemberian ASI Ekslusif di Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2018. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuatitatif dan menggunakan desain penelitian deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang memiliki bayi 7-12 bulan di Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2018 sebanyak 73 orang. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling dan diperoleh sampel sebanyak 73 orang. Adapun metoda pengumpulan data penelitian ini adalah menggunakan lembar kuesioner. Analisa dalam penelitian ini yaitu univariat dan bivariat yang dilakukan dengan uji chi square. Data di olah dengan menggunakan perangkat lunak komputer dengan program SPSS 17. Hasil analisa univariat ditemukan bahwa mayoritas status pekerjaan ibu yang tidak bekerja sebanyak 53 orang (72,6%). Dan pada mayoritas bayi yang mengalami peningkatan berat badan sebanyak 52 orang (71,2%). Begitu juga dengan mayoritas bayi yang mendapatkan ASI Ekslusif sebanyak 54 orang (74,0%). Sedangkan hasil bivariat untuk kategori status pekeraan X2 hitung (2,793) < X2 tabel (3,481), yang berarti tidak ada hubungan antara status pekerjaan ibu terhadap pemberian ASI Ekslusif. Dan dengan kategoti peningkatan berat badan bayi X2 hitung (4,171) > X2 tabel (3,481), yang artinya ada hubungan antara peningkatan berat badan bayi terhadap pemberian ASI Ekslusif. Saran masih diperelukan tenaga kesehatan agar melakukan penyuluhan dan konseling terhadap ibu-ibu yang memiliki masalah dalam pemberian ASI Ekslusif.

Teks Lengkap:

Hal 143-148

Referensi


Azwar. A, 2003. Pelaksanaan Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia. Warta Kesehatan Masyarakat. Edisi 6, Jakarta, Juni.

Khasanah Nur, 2011. ASI atau Susu Formula.Jakarta : FlashBooks

Hidayat Aziz Alimul,2011. Motode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika

Hubertin. C. 2004. Konsep Penerapan ASI Ekslusif. Jakarta : EGC

Henderson, Christine. 2001. Konsep Kebidanan. Jakarta : EGC.

Mery. B, 2006. Tata Laksana Ibu dan Bayi Pasca Kelahran. Jakarta: ISBN

Nurhayati. 2002. Pengetahuan Ibu Menyusui tentang ASI dan Kolostrum.Jakarta : EGC

Soetjiningsih. 2002. ASI untuk Petunjuk Tenaga Kesehatan. Jakarta: EGC

Retna Eny.A.,S.Si.T, Wulandari Diah, SST. 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Jogjakarta : Mitra Cendikia

Roesli, Hutami, 2005 ASI Ekslusif. Jakarta, Tubus Agriwidya.

Varney, H., Kriebs, J & Gegor, C. (2007). Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta: EGC

Wikojosastro, H. (2002). Ilmu Kebidanan. Edisi 3. Jakarta: Yayasan Rachim

Walsh, L. (2007). Buku Ajar kebidanan. Jakarta: EGC

Bunda. (2008). ”Pentingnya ASI Eksklsif”. (http://www.kelymom.com/new man/risk of formula), di akses Desember 2011.

Suhariyono. (2008). ”Manajemen Laktasi”. Majalah Nirmala (http://www. dinkesjatim.go.id), diakses 20 Desember 2011.




DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v2i1.357

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jumlah Kunjungan

Negara Pengunjung

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.