FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WANITA USIA SUBUR (WUS) MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS METODE PAP SMEAR DI RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU TAHUN 2018

Oktaliza Elektrina, Syamsul Bahri, Oktavia Dewi

Sari


One of a disease that can be disrupt reproductive health of the woman is cervical of cancer. The most effective way to prevention the cervical of cancer is through early detection with pap smear methode. The purpose of this research is to know determine of factors that influence women in their reproductive age to do early detection cervical of cancer with pap smear methode. The kind of research is descriptive analytic with case-control approach. The population of this study were 266 woman who divided into 2 groups, 166 cases respondents and 133 control respondents. Data analysis multivariate with regression logistic desain. Based on the results of the multivariate analysis, it was found that variables are associated meaningful with women in their reproductive age do early detection cervical of cancer withpap smear methode is the knowledge variable (0.001), and support of medical health (0.001). While confounding variable in this research is support of husband (0,050). Conclusion : Woman in their reproductive age has knowledge less than good risk not do the pap smear of 2 times larger than woman who is good knowledge. Woman who did not receive support of medical health service risk 2 times larger than woman receive support of medical health. Advice : Established cooperation with related state such as puskesmas and spreading leaflets and educate woman on when they comes to seek health care treatment in order to be more understanding cervical of cancer danger, so that would be willing to investigates the request with pap smear methode.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arikunto, Suharsimi, (2013). Manajemen penelitian. Jakarta: Rineka cipta, 2009.

Aziz, M.F., et al. (2015). Kanker leher rahim. Diakses pada tanggal 03 September 2018 dari website http://www.BKKBN.com.

Azwar,S, (2012). Sikap manusia, teori dan pengukuran, Yogyakarta : Pustaka pelajar.

Azwar, Syaifudin, 2010. Sikap manusia teori dan pengukurannya Yogyakarta : Pustaka pelajar.

Badan Pusat Statistika RI, (2010). Survey sosial ekonomi, 2009. Jakarta.

BKKBN.(2008). Penanggulangan masalah kesehatan reproduksi. Jakarta :BKKBN

Depkes RI, (2010). Pedoman nasional pengendalian penyakit kanker. Direktorat jendral pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. Jakarta.

Diananda, R., (2009). Kanker serviks : Sebuah penyakit buat wanita. In Diananda, R. Mengenal seluk beluk kanker : Yogyakarta

Dinas Kesehatan Kota Medan.(2011). Laporan kegiatan sub Din Kesehatan Ibu dan anak (KIA), Medan.

Fitria. (2012). At a Glance SISTEM REPRODUKSI (The productive system at a glance). Jakarta, Erlangga.

Globocan,2007. Lembar kanker, http://globocan.iarc.fr/factsheet/cancer/cervix, diakses 10 September 2018.

Gunawan, A. (2013). Kurang kesadaran perempuan indonesia terhadap kanker serviks. Diakses pada tanggal 08 September 2018 dari website http://www.Sinarharapan.co.id.

Indarti, J. (2012). Panduan kesehatan wanita. Jakarta : Puspa swara.

Lestadi, J. (2009). Penuntun diagnostik praktis sitologi hormonal apusan pap. Jakarta : Widya medika.

Lestari.W, dkk, (2011). Buku Ajar kesehatan reproduksi : Berbasis kompetensi. Jakarta : EGC.

Nasir.(2008). Deteksi dini kanker serviks. Diakses pada tanggal 03 September 2018 dari website http://www.kompas.co.id.

Notoatmodjo Soekidjo., (2010). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta : Rineka cipta,.

Notoatmodjo, Soekidjo., (2012). Metode penelitian kesehatan .Jakarta : Rineka Cipta.

Nursalam.(2008). Konsep penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Ocviyanti dan Handoko.(2013). Peran dokter umum dalam pencegahan kanker serviks di Indonesia, Jakarta.

Purba, Evi Miraswaty, 2011. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemeriksaan papsmear pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Puskesmas Belawan kota Medan tahun 2011. Tesis : FKM UI.

Poernomo, H. (2009). Penyakit yang paling mematikan. Jakarta : Buana pustaka.

Rasjidi.I,.(2012). Panduan penatalaksanaan kanker ginekologi berdasarkan evidence base. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC

Rohmawaty, Ika 2011. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku WUS dalam deteksi dini kanker servikd dengan metode IVA (Inveksi Visual dengan Asam Asetat) di wilayah kerja Puskesmas Ngawen I Kabupaten gunung kidul Tahun 2011. Tesis. Jakarta: FKM UI

Sarini, N Ketut Manik. 2011. Faktor-faktor yang berhunbungan dengan pemeriksaan pap smear pada WUS di Desa Pacung wilayah kerja Puskesmas Tejakula II kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Bali Tahun 2011. Tesis. Jakarta: FKM UI.

Setiadi, (2014).Konsep dan penulisan riset keperawatan. Edisi pertama: Yogyakarta; Graha ilmu.

Smeltzer & Bare. (2011). Buku ajar keperawatan medikal bedah. Brunner & Suddarth. Edisi 8, volume 2. Jakarta : EGC.

Suwiyoga. (2008). Beberapa masalah pap smear sebagai alat diagnostik dini kanker serviks di indonesia. Diakses pada tanggal 10 September 2018 dari website http://www.dokteranda.com.

Taufik, M. (2007). Prinsip-prinsip promosi kesehatan dalam bidang keperawatan. Jakarta : Infomedika.

Wahyuni, S.A. (2009). Statistika kedokteran. Jakarta : Bamboedoea communication.

WHO, (2010). Cervical cancer screening in developing countries. Geneva: Report of WHO consultation.

Wijaya & Della. (2010). Penderita kanker di indonesia. Diakses 14 September 2018 dari Yayasan kanker Indonesia.

Yayasan Kanker Indonesia, (2012).Penderita kanker di Indonesia. Diakses 14 September 2018.




DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v2i3.459

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jumlah Kunjungan

Negara Pengunjung

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.