FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEJADIAN DANDRUFF PADA SISWI BERJILBAB DI SMA MUHAMMADIYAH 1 PEKANBARU

Azwika Yuni, Nurul Utami

Sari


Dandruff is excessive exfoliation of dead skin on the scalp with 50 % of post-publish global population. The use of the hijab is also closely related to the onset of dandruff. This study aims to determine the factors that cause dandruff incidence in female headscarf by by using Cross Sectional design. This type of research is quantitative. Sampling using Simple Random Sampling technique with 65 respondent sample in SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru on 9-11 August 2017. simple random sampling technique by drawing a member of the population (lottery technique) or drawing technique. The analysis used is univariate and bivariate, the measuring instrument used is questionnaire and data processing using computerized by using chi-square test. The results showed that there was a long relationship of wearing veil (p value 0,014), hair hygiene (p value 0,019), no relation of hijab material with dandruff incidence (p value 0,0335), stress was related to dandruff (p value 0,007) and diet is related to dandruff (p value 0,038). For respondents suggested that it can be used as input material for students in the health of the scalp especially about dandruff.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adict, K. (2011). Ketombe : Definisi-Gejala-Penyebab-Faktor Resiko-Cara Mengatasi. Diambil pada 2011 dari https://m.kaskus.co.id/profile/3181671

Arikunto. (2006). Prosedur penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.

Badan POM RI. (2009). Faktor-faktor penyebab ketombe. Majalah Natura. KosVol/No.11, September 2009. Jakarta, Diakses 9 November 2011.

Badan Pusat Statistik. (2010). Penduduk menurut wilayah dan agama yang dianut. Diambil pada tanggal 10 Januari 2014. Available from: online.sp2010.bps.go.id

Fredick, M., & Ranganathan. (2011). A new postulate on two stages of dandruff : a clinical prespective. Int J Trichology.

Georgious, et al. (2012). Malasszia genus in skin and systemis diseases. Clin Microbiol Rev.

Hart, A. (2003). The anxiety curt. Interksara.

Hastono, Priyo. (2007). Analisis Data Kesehatan. Depok: Universitas Indonesia.

Hasan, Alwi. (2007). Kamus besar bahasa indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Hidayat, A. A. (2007). Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis. Jakarta: Salemba Medika.

Hidayat, A. A. (2008). Pengantar kebutuhan dasar manusia: Aplikasi konsep dan proses keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Hidayat, A. A. (2009). Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis. Jakarta: Salemba Medika.

Kartika,U. (2011). Dampak negatif akibat jarang keramas. Di peroleh pada 23 Januari 2016. m.liputan6.com/lifestyle/read/248232/dampak-negatif-akibat-jarang-keramas.

Kurniawan, R. (2014). Sejarah jilbab kerudung dan perkembangannya. Diambil tanggal 19 Desember 2015 dari http://www.intipsejarah.com

Mantovani,S. (2005). Hijab indonesia – sejarah yang terlupakan. Diambil tahun 2006. thisisgender.com/hijab-indonesia-sejarah-yang-terlupakan/#forward.

Mahan LK. (2008). Krause’s food & Nutrition therapy, Edition 12. Canada : Saunders Elsevier.

Maharani, S. (2015). Penyakit kulit. Yogyakarta: Pustaka Baru Press

Marsi. (2012). Hubungan pola makan dan stres terhadap kekambuhan penderita gastritis di wilayah kerja puskesmas kampar kiri hulu 1. Skripsi Tidak Diterbitkan, STIKes Tengku Maharatu.

Ni’mah, A. (2014). Hubungan penggunaan jilbab dengan kejadian ketombe pada mahasiswi fakultas kedokteran UNS. Diambil tanggal 08 februari 2012 dari http://fk.uns.ac.id

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Pratiwi, A. (2016). Faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian acne vulgaris pada siswa-siswi kelas x SMAN 4 Pekanbaru.Skripsi Tidak Diterbitkan, STIKes Tengku Maharatu.

Ranganathan, S. (2010). The most commercially exploited skin disease. Indian J Dermator.

Rundramurthy. (2014). Association of malassezia speciens with dandruff. Indian J Med Res.

Santi, B. (2015). Masalah rambut wanita berhijab dan cara mengatasinya. Diambil tanggal 20 Juli 2015 dari https://kawaiibeautyjapan.com/article/1738/cara-mengatasi-masalah-rambut-wanita-berhijab.

Schwartz, & James, R., et al. (2013). A comprehem sive patophysiology of dandruff and seborrheic dermatitis through whole. Genom Analysis.

Thedfeeze. (2011). Education and entertaiment. Diambil 2011 dari smart-fresh.blogspot.co.id/2011/12/dandruff-ketombe.html?m=1.

Vashti, A. (2014).Faktor risiko pemakaian jilbab terhadap kejadian ketombe pada mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Diambil 2015 dari http://repository.uinjkt.ac.id.

Veru, P. (2013). faktor –faktor yang mempengaruhi ketombe (Dermatitis Seborrheica) pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas malahayati angkatan 2011. Diambil 2014 dari http://malahayati.ac.id.

Wibowo, W. (2016). Jenis makanan ini bisa menjadi penyebab ketombe. Diambil 6 Juni 2016 dari ramkul.nyimuetz.com/2016/06/jenis-makanan-ini-bisa-menjadi-penyebab-ketombe.html?m=1.

Yunusiyyah, R. E. (2005). Majahidah tanpa emansipast. Diambil 2009 dari http://thisisgender.com




DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v2i5.527

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jumlah Kunjungan

Negara Pengunjung

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.