FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEPUTIHAN PADA REMAJA DI SMPN 7 PEKANBARU TAHUN 2020

Syukaisih Syukaisih, Riri Maharani, Alhidayati Alhidayati

Sari


Keputihan adalah keluarnya cairan yang berlebihan dari vagina selain darah menstruasi. Keputihan yang terjadi pada wanita dapat bersifat normal dan abnormal (Manuaba, 2009). Berdasarkan survey awal di kelas IX SMPN 7 Pekanbaru, didapatkan beberapa siswinya pernah mengalami keputihan dan sebagian besar siswi tidak memahami tentang bagaimana kebersihan vagina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor perilaku pencegahan keputihan pada remaja di SMPN 7 Pekanbaru. Jenis penelitian Analitik Kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas IX di SMPN 7 Pekanbaru tahun 2020 sebanyak 65 orang. Teknik sampling yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswi berperilaku tidak mencegah keputihan sebanyak 34 siswi (52,3%). Faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan keputihan yaitu pengetahuan (pvalue= 0,0001), sikap (pvalue= 0,0001) dan peran orang tua (pvalue= 0,0001). Diharapkan pihak sekolah melakukan kerja sama dengan Puskesmas dalam rangka memberikan informasi melalui penyuluhan-penyuluhan kesehatan khususnya tentang pencegahan keputihan.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anggraeni, P. P. (2019). Studi deskriptif pengguna rokok elektrik di kecamatan tanjung priok. Social Clinical Pharmacy Indonesia Journal Vol, 4(2), 30–36.

Ariyani, O. T., Ririanty, M., & Nafikadini, I. (2018). PERILAKU MAHASISWA PENGGUNA VAPOR DAN DAMPAKNYA PADA KESEHATAN. JUMANTIK, 3(2), 113–124.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2013). Notes from the Field: Electronic Cigarette Use among Middle and High School Students- United States 2011-2012. Morbidity and Mortality Weekly Report, 62(35):729-730.

Damayanti, Apsari. (2016). Penggunaan Rokok Elektronik di Komunitas Personal Vaporizer Surabaya. Jurnal Respir Indo, Vol 1(1), 251-261.

Elsa, Musliyah Syahrawani, & Nadjib, Mardiati. (2019). Determinan Rokok Elektrik di Indonesia: data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Indonesi) tahun 2017. BKM Journal Of Community Medicine and Public Health, Vol. 35(2), , 41-48.

Notoatmodjo, S. 2010. Promosi Kesehatan Teori & Aplikasi Edisi Revisi 2010. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Rohmani, A., Yazid, N., & Rahmawati, A. A. (2018). Rokok Elektrik dan Rokok Konvensional Merusak Alveolus Paru. Prosiding Seminar Nasional Unimus, 1, 27–32. https://doi.org/2654-3168

Rosanne, P. & Britt, H. (2014). Young People and The Use of E-cigarette in Wales. AshWales AshCymru.

The Ontario Tobacco Research Unit (OTRU). (2015). Introduction to RECIG: Research on E cigarette. Toronto: The Ontario Tobacco Research Unit.

U.S. Department of Health and Human Services. (2016). E-Cigarette Use Among Youth and Young Adults: A Report of theSurgeon General Executive Summary.Atlanta, GA: U.S. Department of Healthand Human Services, Centers for DiseaseControl and Prevention, National Centerfor Chronic Disease Prevention Health Promotion, Office on Smoking and Health.

Wahana, H. D. (2015). PENGARUH NILAI-NILAI BUDAYA GENERASI MILLENNIAL DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP KETAHANAN INDIVIDU (Studi Di SMA Negeri 39, Cijantung, Jakarta). Jurnal Ketahanan Nasional, 21(1), 14–22. https://doi.org/10.22146/jkn.6890

Zulfa, A., Erianjoni, E., & Isa Gautama, M. (2019). Perilaku Siswa Dalam Clique Perokok Elektrik Vaporizer Di Sma Negeri 15 Padang. Jurnal Perspektif, 2(1), 12–19. https://doi.org/10.24036/ppkt/vol2-iss1/62




DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v3i2.644

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jumlah Kunjungan

Negara Pengunjung

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.