ASAS NEBIS IN IDEM DALAM PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA POLIGAMI DI PENGADILAN NEGERI PASAMAN SEBAGAI CERIMINAN IUS CONSTITUTUM

Erry Gusman

Sari


The purpose of marriage cannot always be achieved in full. Usually the achievement is still at the stage of family formation or household formation, because it can be measured quantitatively. Whereas qualitatively that is happy and eternal can not be achieved, even not achieved at all. This is evident from the many divorces, betel marriages, and polygamy and this has an impact on the status and position of marriage, children and property. Such conditions are very alarming, because on the one hand marriage is a sacred institution, but on the other hand marriage does not have a sacred meaning, because it is triggered by various factors, including the economy.

Teks Lengkap:

Hal 1-8

Referensi


Abdul Nasir Taufiq Al 'Atthar, Poligami di Tinjau dari Segi Agama, Sosial dan Perundang-Undangan, Bulan Bintang, Jakarta, 1976.

Achmad Ali, 2009, Menguak Teori Hukum (Legal Theory) dan Teori Peradilan (Judicialprudence) Termasuk Interpretasi Undang-Undang (Legisprudence), Kencana, Jakarta.

Ade Maman Suherman, 2004, Pengantar Perbandingan Sistem Hukum, Rajawali Press, Jakarta.

Andi Hamzah, 2009, Perbandingan Hukum Pidana Beberapa Negara, Edisi 3, PT. Sinar Grafika, Jakarta.

Barda Nawawi Arif, 2001, Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Penanggulangan Kejahatan, Citra Adtya Bakti, Bandung.

Chazawi Adam, Pelajaran Hukum Pidana, Bagian 1 ; Stelsel Pidana, Teori-Teori Pemidanaan & Batas Berlakunya Hukum Pidana, Raja Grafindo, Jakarta, 2008.

Christian Andy Nugroho, Kajian Yuridis Terhadap Putusan Hakim Pengadilan Negeri Surakarta Dalam Tindak Pidana Penipuan Secara Berlanjut, Jurnal Mahasiswa, Fakultas Hukum Uiversitas Sriwijaya, Palembang, 2016.

Djaja S Meliala dan Nasar Ambarita, Azas Nebis in Idem (Apakah Dapat Diterapkan dalam Kasus Perceraian?), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Unversitas Katolik Parahyangan, Bandung, 2013.

E.Y.Kanter dan S.R.Sintauri, 2002, Pengantar Hukum Pidna, Storia Grafika, Jakarta.

G. Peter Hoefnagels, 1969, The Other Side of Criminology, An Inversion of The Concept of Crime, Kluwer Academic Publisher, Holland.

H.S.A. Alhamdani, Risalah Nikah, Raja Murah, Pekalongan, 1980.

I Wayan Pathiana, Hukum Pidana Internasional, Yrama Widya, Bandung,

J.H. Merryman, 1985, The Civil Law Tradition: An Introduction to The Legal System of Western Europe and Latin Amerika, Standford University Press, California.

Jimly Asshiddiqie, Pembangunan Hukum dan Penegakan Hukum di Indonesia, disampaikan pada acara seminar “menyoal Moral Penegak hukum” dalam rangka Lustrum XI Fakultas Hukum Universitas Gadja Mada, Surabaya, tanggal 17 Februari 2006.

Mardjono Reksodiputro, 1993, Sistem Peradilan Pidana Indonesia: Melihat pada Kejahatan dan Penegakan Hukum Dalam Batas-Batas Toleransi, Makalah dalam Pidato Pengukuhan Guru Besar Tetap Universitas Indonesia, FHUI, Jakarta

Salim, H.S, 2012, Perkembangan Teori Dalam Ilmu Hukum, Rajawali Press, Jakarta.

Sohari Sahrani Tihami, Fikh Munakahat : Kajian Fiqh Nikah Lengkap, Rajawali Pers, Jakarta, 2010.

Sudikno Mertokusumo, 1993, Bab-bab Tentang Penemuan Hukum, Citra Aditya Bakti, Yogyakarta.

United Nations Office on Drugs Crime (UNODC), United Nations Congresses on Crime Prevention and Criminal Justice 1955-2010, 55 Years of Achievement, United Nations Information Service, Austria, 2010.




Anda Pengunjung Ke- Flag Counter