MENINGKATKAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK DENGAN PERMAINAN MENYAMBUNG CERITA DI KELOMPOK B TK NEGERI 01SANGIR JUJUAN KECAMATAN SANGIR JUJUAN KABUPATEN SOLOK SELATAN

Mardianis Mardianis

Sari


Permasalahan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah kemampuan perkembangan bahasa anak masih rendah. Hal ini terjadi karena permainan menyambung cerita yang digunakan guru kurang menarik dalam pembelajaran, bahkan anak bingung untuk mengunakannya. Pemilihan perkembangan bahasa dengan permainan menyambung cerita yang tidak tepat oleh guru menjadi penyebab terjadinya kondisi ini dan anak juga kurang memuaskan dalam perkembangan bahasa anak dengan permainan menyambung cerita.
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak di kelompok B TK 01 Sangir Jujuan Kecamatan Sangir Jujuan Kabupaten Solok Selatan. Subjek penelitian ini anak kelompok B dengan jumlah anak 13 orang terdiri dari 6 perempuan dan 7 laki-laki. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dalam dua siklus dengan tahapan masing-masing siklus sebagai berikut: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi, dan dokumentasi, kemudian diolah dan di analisis dengan rumus persentase.
Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah agar kemampuan perkembangan bahasa anak dengan permainan menyambung cerita meningkat. Hasil penelitian rata- rata persentase kemampuan perkembangan bahasa anak dapat dilihat dari sebelum tindakan, sampai siklus II. Sebelum tindakan kemampuan bahasa anak masih rendah, pada siklus I mulai meningkat namun belum mencapai KKM. Pada siklus II meningkat lagi sehingga sudah melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM) yang ditetapkan.
Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelasa (PTK) dilakukan dapat disimpulkan bahwa permainan menyambung cerita di kelompok B terjadi peningkatan, yaitu persentase perkembangan bahasa anak pada indikator 1, siklus I 39% pada siklus II meningkat menjadi 85%, perkembangan bahasa anak pada indikator 2, siklus I 54% pada siklus II meningkat menjadi 77%, perkembangan bahasa anak pada indikator 3, siklus I 38%, pada siklus II meningkat menjadi 77%, dan perkembangan bahasa anak pada indikator 4, siklus I 54 %, pada siklus II meningkat menjadi 69%. Pada siklus II perkembangan bahasa anak sudah meningkat, ini dapat dilihat dari hasil nilai yang sudah banyak mendapatkan kategori BSH dan BSB. Sehingga dapat disimpulkan bahwa PTK ini berhasil meningkatkan perkembangan bahasa anak dengan permainan menyambung.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agus, Wibowo. 2012. Strategi Membangun Karakter Anak Usia Dini. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Anwar. 2009. Pendidikan Anak Usia Dini Panduan Praktis bagi Ibu dan Calon Guru. Bandung: Alfabeta.

Arikunto (2008:16). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Profesi Guru. Jakarta:RajaGrafindo Persada.

Ayu, Shinta. 2014. Segudang game edukatif mengajara, Jogjakarta. DIVA Press.

http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=549

http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/msg05719.html

http://www.tempo.co.id/medika/arsip/012001/art-2.htm

Santosa, Vincentius Endy. 2008. 100 Permainan Kreatif untuk Outbond dan Training. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Sumanto. 2014. Psikologi Perkembangan; fungsi dan teori. Yogyakarta: CAPS.

Susanto, Ahmad. 2011. Perkembangan Anak Usia: Pengantar Dalam Berbagai Aspeknya. Jakarta: Kencana.

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistm Pendidikan Nasional.

Vigotskyā€¯. Online. http://valmband.multiply.com/journal/item/11?&show_interstit Ial=1&u=%2Fjournal%2Fitem. Diakses 13 November 2015.

Wahyu, Anggi Rani. 2011. Maksimalisasi Media dalam Pembelajaran. Jakarta: Rosda Karya.

Yusuf, Syamsu. 2011. Perkembangan Peserta didik. Jakarta: Rajawali Pers.




DOI: https://doi.org/10.33559/eer.v1i3.657

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Anda Pengunjung Ke- Flag Counter