ANALISIS PERCEPATAN WAKTU PEKERJAAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN OPTIMALISASI BIAYA “Studi Kasus Pada Proyek Pembangunan Kandang Tahap II Taman Marga Satwa Budaya Kinantan Bukittinggi”

Ulfa Fauziah, Surya Eka Priana, Helga Yermadona

Sari


Dalam suatu perencanaan pekerjaan proyek konstruksi pasti sangat berhubungan dengan Menajemen konstruksi yang berperan dalam pelaksanaan suatu proyek pembangunan dan bertujuan dalam mengelola pelaksanaan proyek konstruksi yang mencakup waktu pelaksanaan, biaya, hingga mutu bangunan konstruksi dari awal pekerjaan sampai dengan akhir hingga meperoleh hasil yang sesuai dengan perjanjian awal yang di inginkan oleh pemilik proyek (Owner). Pada pekerjaan proyek konstruksi Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi berjalan sesuai dengan rencana akan tetapi ada beberapa faktor yang harus di perhatikan agar pekerjaan tidak mengalami keterlambatan salah satunya faktor cuaca. Untuk mengatasi agar tidak terjadi keterlambatan maka dilakukan penambahan waktu jam kerja menggunakan metode Critical Path Method (CPM) biasa disebut jalur kritis. Hasil akhir dari kajian ini adalah menentukan Jalur kritis pada pembangunan kandang tahap 2 terdapat pada kegitan A-B-C-D-E-G-I, pekerjaan proyek konstruksi pada pembangunan kandang tahap 2 diselesaikan dengan waktu 95 minggu dan besar biaya proyek Rp13.852.312.887,- setelah dilakukan penambahan waktu jam kerja 1 jam maka pekerjaan proyek dapat diselesaikan 81 minggu dengan besar biaya proyek Rp Rp13.924.110.709,- dan selisih anggaran biaya biaya Rp78.978.000,- biaya Cost Slope Rp5.641.285,- dan penambahan waktu 3 jam kerja maka pelaksanaan proyek dapat dilakukan 72 minggu dengan besar biaya proyek Rp13.930.866.682,- dan selisih anggaran biaya Rp86.409.000,- biaya Cost Slope Rp3.756.913,-. Jadi semakin bertambah waktu maka otomatis biaya juga akan bertambah.

Kata Kunci      : Perencanaan proyek, Keterlambatan proyek, Percepatan waktu dan biaya, Critical Path Method (CPM)

 


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


El Unas. (2014). Antisipasi Keterlambatan Proyek menggunakan Metode What If diterapkan pada Micrososft Project. Malang : Universitas Brawijaya.

Ervianto. (2005). Material Requirements of Construction Road Project Standard Bina Marga. Maluku : Universitas Kristen Indonesia Maluku. Penerbit Novally dan Suryanto

Failen, Grace Y, Tisano TJ dan Huiber Tarore. (2013). Menganalisis Sensitifitas Keterlambatan Durasi Proyek dengan Metode CPM. Manado : Universitas Sam Ratulangi.

Husen, Abrar. (2010). Manajemen Proyek.

Yogyakarta : Penerbit Andi.

Istimawan, Dipohusodo. (1996). Manajemen Konstruksi dan Konstruksi Jilid I. Yogyakarta : PT. Kanisius.

Proboyo, Budiman. (1998). Keterlambatan Waktu Pelaksanaan Proyek Klasifikasi dan Peringkat dari

Penyebabnya. Surabaya : Universitas Kristen Petra.

Rani, Hafnidar. (2016). Manajemen Proyek Konstruksi. Yogyakarta : Deepublish.

Soeharto, Iman. (1997). Manajemen Proyek dari Konseptual sampai Operasional. Jakarta : Erlangga.

Soeharto, Iman. (1998). Manajemen Proyek Jilid

II. Jakarta : Erlangga.

Soeharto, Iman. (1999). Manajemen Proyek dari Konseptual sampai Operasional Edisi

Jakarta : Erlangga.

Warman, Leonardo. (2014). Percepatan Waktu Konstruksi menggunakan Metode CPM. Padang : Universitas Putra Indonesia “YPTK”.

Wahyudi, R dan Indra Yono. (2006). Pengaruh Keterlambatan Proyek Terhadap Pembengkakan Biaya Proyek. Surabaya : Universitas Kristen Petra.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Anda Pengunjung Ke- Flag Counter