PERENCANAAN SALURAN SEKUNDER D.I BATANG TIMBO ABU KECAMATAN TALAMAU KABUPATEN PASAMAN BARAT

Yulisda Megayanti, Surya Eka Priana, Selpa Dewi

Sari


Daerah Irigasi Batang Timbo Abu mengairi areal persawahan seluas 200 Ha. Sumber air Daerah Irigasi  Batang Timbo Abu berasal dari Sungai Batang Timbo Abu yang mengairi 3  dari Timbo Abu sampai Mudik Simpang. Daerah Irigasi Batang Timbo Abu berjarak  43 km dari pusat Kota Simpang Empat. Pada Perencanaan Jaringan Irigasi mesti dilakukan analisa disain yang meliputi analisa curah hujan, perhitungan debit,dan dimensi saluran. Sehingga sistem irigasi tersebut dapat diartikan sebagai usaha penyedian pemberian air yang optimal dan efisien guna untuk mendapatkan hasil produksi tanaman yang maksimal. Tujuan utama dari Perencanaan Jaringan Irigasi Batang Tingkarang ini adalah untuk mempertahankan swasembada pangan, dengan luas area sawah 200 Ha, dari luas area sawah tersebut diharapkan panen sebesar 6 Ton/Ha setiap kali panen. Dengan melakukan perbaikan jaringan serta pemberian air yang cukup sesuai dengan kebutuhan. Dalam perencanaan didapat dimensi saluran melalui proses curah hujan dengan menggunakan metode Haspers dan metode Gumbel. Data debit diperlukan untuk menentuka perhitungan ketersediaan air pada bangunan pengambilan (intake). Untuk mendapatkan perhitungan debit yang baik diperlukan data pencatatan debit sungai jangka waktu yang panjang, hal ini diperlukan guna mengurangi terjadinya penyimpanan data perhitungan yang terlalu besar. Hasil perhitungan dari analisi gumbel 3855 mm dan hasil perhitungan dari analisi haspers 48,29 m/dt. Hasil besar debit yang di rencanakan sebesar 53,95 m/dt. Untuk perencanaan saluran sekunder di D.I Batang Timbo Abu direncanakan dapat menampung air ketika debit maksimum

Kata kunci : , debit, dimensi saluran,curah hujan,gumbel,haspers  ,saluran sekunder

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bunganaen, W., Ramang, R., & Raya, L. L. (2017). Efisiensi Pengaliran Jaringan Irigasi Malaka (Studi Kasus Daerah Irigasi Malaka Kiri). Jurnal Teknik Sipil, 6(1), 23-32.

Buya, H. (2019). EVALUASI KINERJA JARINGAN IRIGASI TERSIER DI DESA MARENTE KECAMATAN ALAS KABUPATEN SUMBAWA (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Mataram).

Dewi,S. (2018). Menentukan Distribusi Representatif Frekuensi Curahan Hujan Harian Maksimum Dengan Metodehistogram Dan Metode Paramatik Di Provinsi Sumatera Barat. Ruang Teknik Journal.

Dhongu, R. B. N. (2014). Perencanaan Bendung Wai Woki dan Sistem Jaringan Irigasi Desa Pape Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada (Doctoral dissertation, ITN MALANG).

Dwirani, F. (2019). Menentukan stasiun hujan dan curah hujan dengan metode polygon thiessen daerah kabupaten lebak. JURNALIS: Jurnal Lingkungan dan Sipil, 2(2), 139-146.

Ernanda, H., Andriyani, I., & Indarto, I. (2019). Desain sistem manajemen aset untuk jaringan irigasi tersier. Jurnal Irigasi, 13(1), 31-40.

FERILINO, R. (2018). Kinerja Jaringan Irigasi Tingkat Tersier UPTD Punggur Daerah Irigasi Punggur Utara.

Huddiankuwera, A. (2016). Pengaruh Panjang Data Terhadap Besarnya Penyimpangan Curah Hujan Rancangan (Studi Kasus Daerah Aliran Sungai Tabo-tabo). Jurnal Ilmiah Teknik dan Informatika, 1(2), 36-40.

Noerhayati, E., & Warsito, W. (2020). Studi Perencanaan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Pitab Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Rekayasa Sipil, 8(6), 427-436.

Ramadani, M. M. N. (2018). Analisa Debit Air Menggunakan Metode Log Person Type Iii Dan Metode Gumbel Berbasis v Sistem Informasi Geografi (SIG) Di Sub Das Martapura. Jurnal Rekayasa Sipil, 1(2), 165-175.

Subarkah,imam.1987. Hidrologi Untuk Perencanaan Bangunan Air, Bandung : Idea Dharma

Yanto, F. (2018). ANALISIS KESESUAIAN PEMBERIAN AIR IRIGASI PADA PADA JARINGAN IRIGASI TERSIER DENGAN LUAS MAKSIMAL 50 HEKTAR.

https://www.slideshere.net/munsyafandi/macam-macam-sistem-irigasi-dan-klasifikasi-jaringan-irigasi-lengkap


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Anda Pengunjung Ke- Flag Counter