PERENCANAAN STRUKTUR ATAS PEMBANGUNAN KANTOR CAMAT KECAMATAN KINALI PASAMAN BARAT PROVINSI SUMATERA BARAT

Ade Afnaldi, Masril Masril, Selpa Dewi

Sari


Pembangunan Gedung Kantor Camat Kinali merupakan prasarana yang digunakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana di Kantor Camat. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk menganalisis struktur atas gedung untuk mencapai perencanaan yang memenuhi kekuatan yang disyaratkan, serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman. Penulis hanya melakukan perencanaan struktur atas yang terdiri dari balok, kolom, dan pelat lantai dengan permodelan yang dibantu dengan aplikasi ETABS. Pada pembebanan balok dan pelat lantai yang diinputkan adalah beban mati, beban hidup, beban gempa, dan beban sendiri. Dari hasil perencanaan diperoleh struktur balok utama (B1) mengunakan mutu baja fy = 410 MPa dan mutu beton fc’ = 20,75 MPa dengan dimensi 25 cm x 40 cm, penulangan pada balok (B1) 4D-19 untuk tulangan atas dan 3D-19 untuk tulangan bawah. Hasil perencanaan kolom menggunakan baja fy = 410 MPa dan mutu beton fc’ = 20,75 MPa, untuk dimensi kolom utama (K1) adalah 40 cm x 40 cm dengan tulangan utama 14-D19 dan tulangan geser. Sedangkan untuk dimensi kolom teras (K2) adalah 35 cm x 35 cm dengan tulangan utama 12-D16 dan tulangan geser D10-150. Tulangan yang digunakan untuk pelat lantai adalah D10-150 arah X dan D10-150 arah Y. Dari perencanaan struktur atas Kantor Camat Kinali Kabupaten Pasaman Barat, diperoleh kesimpulan struktur atas gedung telah memenuhi syarat dan ketentuan yang terdapat dalam Standar Nasional Indonesia sehingga aman dan memiliki kualitas yang baik.

Kata Kunci : Struktur Balok, Kolom, Pelat Lantai, Pembebanan, Tulangan


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alfianto, R. (2017). Analisa Perhitungan Bangunan dengan Metode ETABS Versi 9.7. 2 (Studi Kasus).

Dewi, S.U. dan Pratama, M. I. (2018). Analisa Perencanaan Struktur Beton Gedung Kuliah Kampus 2 IAIN Kota Metro Menggunakan Program ETABS (Extended Three Analysis Building Systems). TAPAK Vol. 7 No. 2 Mei 2018. Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Metro. Lampung.

Dipohusodo, I. (1994). Struktur Beton Bertulang. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. (1983). Peraturan Pembebanan

Indonesia Untuk Gedung. Bandung : Offset.

Ilham, Noer M. (2011). Analisis Struktur Gedung dengan Software ETABS V9.2.0.

Indonesia, S. N. (2013). Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain. Badan Standarisasi Nasional. Bandung.

Indonesia, S. N. (2013). Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung. SNI, 2847, 2013.

Indonesia, S. N. (2017). Baja Tulangan Beton. Kia Wang, Chu dan Ferguson Phil, M. (1986).

Dasar-Dasar Beton Bertulang. Edisi

Keempat. Jakarta : Erlangga.

Nasional, B. S. (1989). Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. BSN, Jakarta.

Nasional, B. S. (2012). Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung. Sni, 1726, 2012.

Nasional, B. S. (2012). Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung. Sni, 1726, 2012.

Nasional, B.S. (2019). Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non gedung. Sni, 1726, 2019.

Wahyudi, L dan Rahim, S. A. (1999). Struktur Beton Bertulang (Standar Baru SNI T- 15-1991-03). Jakarta : Gramedia.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Anda Pengunjung Ke- Flag Counter