ANALISIS KINERJA SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL (STUDI KASUS: SIMPANG EMPAT JL. PARIK PUTUIH)

Gunawan Azwar, Masril Masril, Deddy Kurniawan

Sari


Bukittinggi merupakan sebuah kota di Provinsi Sumatera Barat yang disebut kota wisata. Bertambahnya pertumbuhan kendaraan berimbas pada jumlah volume lalu lintas melebihi kapasitas ruas jalan yang ada, dampaknya yaitu terjadinya konflik arus lalu lintas pada suatu jaringan jalan.Persimpangan yang mengalami konflik adalah simpang Jl. Parik Putuih yang merupakan simpang tak bersinyal berlengan empat. Simpang Jl. Parik Putuih terletak di perbatasan Kota Bukittinggi dengan Kabupaten Agam yang merupakan Jl. Lintas Sumatera atau Jl. Raya Batusangkar. Ruas jalan ini merupakan jalan keluar masuk lalu lintas dari dan menuju Kota Bukittinggi.Kesibukan lalu lintas ini sering terjadi pada ruas jalan dan persimpangan jalan, terutama pada pagi hari, siang hari dan sore hari dimana pelajar, mahasiswa, pekerja, pedagang, serta wisatawan menuju ketempat tujuannya atau menuju ke tempat aktivitasnya, dengan kata lain saat aktivitas pemakai jalan sangat tinggi, yang akan memperlambat pergerakan kendaraan.Penelitian menggunakan metode kuantitatif yaitu melakukan survey di lapangan. Yang mana dilakukan selama 3 hari kerja. Hasil yang didapatkan jam puncak kendaraan ramai yaitu pada hari Sabtu yang memiliki derajat kejenuhanya DS = 3,71 dengan hambatan samping tinggi dan mengalami tundaan rata-rata dijalan utama -1,76, dijalan simpang -2,75. Peluang antriannya juga tinggi yaitu 855,86% sampai 2730,14%.

 

Kata kunci : Arus Lalu Lintas, Derajat Kejenuhan, Hambatan Samping, Simpang Tak Bersinyal, Tundaan, Peluang Antrian.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alamsyah, A. A. (2008). Rekayasa Lalu Lintas. Malang : Universitas Muhammadiyah Malang.

Amal, Andi Syaiful. (2017). Analisis Kinerja Simpang Empat Bersinyal (Studi Kasus: Simpang Empat Taman Dayu Kabupaten Pasuruan). Jurnal Teknik Sipil. Malang : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang.

Chotimah, Chusnul dan Rachmawati Rosita. (2017). Analisa Kinerja Simpang Tiga Bersinyal (Studi Kasus: Jl. Imam Bonjol dan Jl. Hasanuddin, Semarang). Undergraduete Thesis. Semarang : Fakuktas Teknik UNISSULA.

Direktorat Jenderal Bina Marga. (1997). Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Jakarta : Depertemen Pekerjaan Umum.

Herbin, F. Betaubun dkk. (2018). Analisis Kinerja Simpang Empat Tak Bersinyal Menggunakan Aplikasi Kaji (Studi Kasus: Simpang Seringgu di Kabupaten Merauke). Jurnal Ilmiah Mustek Anim Ha Vol 7 No.3, Desemeber 2018 ISSN 2089-6697. Merauke : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Musamus Merauke.

Morlok, Edward. (1991). Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Munawar, Ahmad. (2006). Managemen Lalu Lintas Perkotaan.Yogyakarta.

Ratnasari, S. (2018). Analisis kinerja simpang empat tak bersinyal pada Simpang Songhin Merawang (Doctoral dissertation, Universitas Bangka Belitung).

Saputra, Parada A E. (2018). Evaluasi Kinerja Simpang Tiga Bersinyal Jlan Sudirman – Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru. Juitech/ Vol.02/ No.01/ Maret 2018/ p-ISSN: 2580-4057/ e-ISSN: 2597-7261.

Siska, Aulia. (2019). Analisis Kinerja Persimpangan pada Kawasan Sekolah SMPN 1 dan SMPN 5 Kabupaten Agam. Skripsi. Bukittinggi: Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

SITANGGANG, O. Y. (2019). ANALISIS KINERJA SIMPANGTAK BERSINYAL (STUDI KASUS SIMPANG 4 UNIMED JALAN WILLIAM ISKANDAR) (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Medan).

Sugiharti, P., & Widodo, W. (2013). Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal (Studi Kasus: Simpang 3 Tak Bersinyal Jl. Raya Seturan-Jl. Raya Babarsari-Jl. Kledokan, Depok, Sleman, Yogyakarta), Konferensi Nasional Teknik Sipil 7.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Anda Pengunjung Ke- Flag Counter