ANALISIS TIPE KERUSAKAN JALAN DENGAN BINA MARGA TEBAL LAPIS TAMBAHAN METODE ASSTHO

Hidroqi Maulana, Surya Eka Priana, Masril Masril

Sari


Lokasi yang digunakan pada penelitian ini adalah ruas jalan KH.Ahmad Dahlan Payakumbuh, Sumatera Barat sepanjang 1 km. Perhitungan nilai indeks kondisi jalan dilakukan menggunakan metode Bina Marga dan metode ASSTHO.Untuk mengetahui nilai indeks kondisi perkerasan pada ruas jalan KH.Ahmad Dahlan Payakumbuh Penelitian ini dilakukan pada ruas jalan KH.Ahmad Dahlan Payakumbuh, Sumatera Barat. Ruas jalan yang ditelititi inimemiliki panjang 1 km. Pengumpulan data penelitian dimulai dari Sinpang Parik sampai Tanjung pati.. Berdasarkan pengamatan secara visual pada ruas jalan KH Ahmad Dahlan, terdapat 7 jenis kerusakan yaitu alligator cracking, block cracking deperssion, retak memanjang dan melintang, tambalan (patching), pelapukan dan butiran lepas, yang terakhir sungkur (shoving).Kerusakan terbesar yaitu alligator cracking seluas 3186,526 m2 atau 28,97% dari luas total kerusakan serta hampir terjadi merata di jalan tersebut dan kerusakan terkecil depression seluas 0,77 m2 atau 0,02% dari luas total kerusakan total. Meskipun parameter yang digunakan kedua metode dalam menghitung tebal lapis tambah, pada perkerasan lentur baik itu untuk tipe bonded/unbounded concrete saling berbeda, namun hasil yang diperoleh tidak jauh berbeda antara satu metode dengan metode lainnya. Maka dari itu Metode Bina Marga lebih layak digunakan di Indonesia dikarenakan parameter yang digunakan dalam perhitungan telah disesuaikan dengan kondisi regional Negeri ini.

 

Kata Kunci: Metode Bina Marga 1997,Asstho1993,


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arif,R.,&Anggi.(2014).PengantarSistemdanPerencanaanTransportasi. Payakumbuh:Deepublish.

Departemen Pekerja Umum, (1997). Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI),Jakarta:DirektoratJenderalBinaMarga.

DirektoratJenderalBinaMarga,(1990).TataCaraPenyusunanProgramPemeliharaanJalanKota,No. 018/T/BNKT/1990, Departemen PekerjaanUmum:DirektoratJenderalBinaMarga.

Fauzi,I.,(2017).Perbandingan AntaraMetodeBinaMarda Dan Metode Aastho 1993 Dalam Penilaian Kondisi Perkerasan Lentur,Skripsi,Purworejo:ProgramStudiTeknikSipil,UniversitasMuhammadiyahPurworejo

Handoyo,A.H.,(2016).AnalisaJalanPerkotaan Menggunakan MetodeBinaMarga,Skripsi,Purworejo:ProgramStudiTeknikSipil,UniversitasMuhammadiyahPurworejo.

Hardiyatmo.,H.C.(2007).PemeliharaanJalanRayaPerkerasanDrainaseLongsor,Yogyakarta:GadjahMadaUniversityPress.

Mazlina, Saputra, H., dan Idham, M., (2018). Tingkat Kerusakan Jalan DenganMenggunakan Metode Aastho Dan Bina Marga, Seminar National Indstri danTeknologi(SNIT),PoliteknikNegeriBengkalis.

Shahin, S., (1990). Perkerasan Lentur Jalan Raya, Bandung: Nova.Sukirman,S.,(1992).PerkerasanLenturJalanRaya,Bandung:Nova.

SusantoD.,(2013).AnalisaKerusakanJalanNasionalPadaRuasLubukSikaping-By Pass Kabupaten Pasaman, Tugas Akhir, Bukittinggi: ProgramStudiTeknikSipil,UniversitasMuhammadiyahSumateraBarat.

Yunardhi,H.,Alkas,M.J.,dan Sutanto,H.,(2018),Analisa Kerusakan JalanDengan Metode Aastho dan Alternatif Penyelesainnya, Jurnal Teknologi Sipil,Vol.2(2),hal.38-47.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Anda Pengunjung Ke- Flag Counter