ANALISIS KERUSAKAN LAPIS PERMUKAAN PADA PERKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) DAN METODE BINA MARGA STUDI KASUS : JALAN BYPASS PADANG PANJANG STA 04+000 – 06+000

Rahma Fadila, Ishak Ishak, Yorizal Putra

Sari


Analisis kerusakan jalan sangat perlu dilakukan untuk monitoring seberapa tingkat kerusakan yang terjadi pada suatu ruas jalan. Hasil yang didapat sangat membantu dalam program penyususan program rehabilitasi dan penanganan jalan. Untuk mempermudah mengetahui kondisi kerusakan perkerasan jalan bisa menggunakan dua metode, yaitu metode PCI (pavement condition index) untuk menentukan nilai kondisi jalan dan metode Bina Marga untuk mendapatkan nilai urutan prioritasnya sehingga dapat disimpulakan apa jenis pemeliharaan jalannya. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan survei visual,pengukuran kerusakan permukaan perkerasan dan survei LHR ( Lalu lintas Harian Rata-rata) selama 3 hari pada ruas jalan tersebut. Setelah didapatkan data-data dari lapangan ,maka selanjutnya dilakukan analisis menggunakan metode PCI (pavement condition index) . berdasarakan hasil dari metode PCI diperoleh nilai tingkat kerusakan sebesar 69.45 dengan nilai kondisi jalan baik (good). Sedangkan dengan metode Bina Marga didapat nilai UP (urutan prioritas) = 9.1 dengan urutan program adalah pemeliharaan rutin.

Kata kunci: Analisis kerusakan jalan, metode PCI (pavement condition index) dan metode Bina Marga


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Afdal, Imabil. (2019). Analisis Perbandingan Kerusakan Jalan Dengan Metode Pavement Condition Index (PCI) Dan Bina Marga. (Study Kasus : Jl. Raya Bukittinggi – Padang KM 6, Batagak), skripsi, Bukittinggi: Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

Amrullah, 2012, Evaluasi Kerusakan dan Kelayakan Jalan pada Jalan Yogyakarta Wates, Tugas Akhir, (Tidak Diterbitkan), Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Bina Marga, 1994, Tatacara Survei Kerataan Permukaan Perkerasan Jalan dengan Alat Ukur Kerataan NAASRA, Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga, Jakarta.

Bolla, 2012, Perbandingan Metode Bina Marga dan Metode PCI (Pavement Condition Index) dalam Penilaian Kondisi Perkerasan Jalan. Jurnal Teknik Sipil Universitas Kristen Petra Surabaya.

Dinas Perhubungan Komunikasi, 2017, Traffic Control Jalan Kabupaten,Sleman,Yogyakarta.

Doan, 2013, Studi Perbandingan Penentuan Nilai Ketidakrataan Jalan Berdasarkan Pengamatan Visual dan Alat Parvid, Tugas Akhir, Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara

Hardiatmo, 2007, Pemeliharaan Jalan Raya, Universitas Gajah Mada Press, Yogyakarta.

Haryanto, 2013, Evaluasi Kondisi Permukaan Lentur pada Ruas Jalan Wates Kabupaten Bantul, Tugas Akhir, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Hustim, 2013, Analisis Nilai Kondisi Lapis Perkerasan Jalan Pada Ruas Jalan Arteri Primer Di Kota Makasar, Jurnal Teknik Sipil Universitas HasanudinMakassar.

I. Ishak. (2021). Evaluasi Tebal Perkerasan Lentur Pada Proyek Pembangunan Jalan Pelabuhan Teluk Tapang-Bunga Tanjung Kabupaten Pasaman Barat. https://jurnal.ensiklopediaku.org

Permen PU, 2011, Tata Cara Perbaikan dan Penilikan Jalan(No.13/PRT/M/2011), Kementrian Pekerjaan mum, Jakarta.

Shahin, 1994, Pavement Management for Airport, Road, and Parking Lots,Chapman&Hall,New York.

Sukirman, 1999. Perkerasan Lentur Jalan Raya. Bandung: Nova.

Tho’atin, Ary dan Mamok, 2016, Penggunaan Metode International Roughness Index (IRI),Surface Distress Index (SDI) dan Pavement Condition Index (PCI) Untuk Penilaian Kondisi Jalan di Kabupaten Wonogiri. Jurnal TeknikSipil Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Yermadona, Helga. (2022) Analisis Kerusakan Perkerasan Jalan Dengan Metoda Bina Marga Dan Pavement Condition Index (PCI), Jalan Lintas Sumatera KM 203-213. https://jurnal.ensiklopediaku.org


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Anda Pengunjung Ke- Flag Counter