PERENCANAAN JALUR KHUSUS SEPEDA DI JALAN SAMUDERA KAWASAN WISATA PANTAI PADANG

Aldi Apriatul Hakki, Ishak Ishak, Selpa Dewi

Sari


Bersepeda merupakan suatu kegiatan yang banyak di gemari oleh masyarakat, terutama masyarakat kota Padang, yang mana kota Padang merupakan kota yang memiliki dataran landai dan banyak terdapat pantai disisi jalan. Hal tersebut membuat kegiatan bersepeda di kawasan wisata pantai Padang banyak diminati oleh masyarakat. Namun kegiatan bersepeda di kawasan wisata pantai Padang masih bergabung dengan kendaraan bermotor lainnya sehingga menimbulkan kurang aman dan nyaman bagi pengendara sepeda. Pada hari Sabtu dan Minggu. Berdasarkan hasil survei  geometrik  dan survei lalu lintas yang dilakukan untuk  rencana jalur khusus sepeda di Jalan Samudera pada kawasan wisata pantai Padang, hasilnya mendukung untuk direalisasikan, dengan volume lalu lintas tertinggi 1093,2 skr/jam di ruas kiri dan 1036 skr/jam di ruas kanan, dan di dapat nilai kapasitas jalan sebelum ada jalur sepeda 3082,147skr/jam dengan nilai Level Of Service B. Rencana jalur sepeda akan dibuat di badan jalan dengan lebar 1.5 m untuk satu lajur. Dengan nilai kapasitas setelah ada jalur sepeda 2739,686 skr/jam dan didapat nilai Level Of Service B.

Kata Kunci: sepeda,kapasitas jalan


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Dirjen Bina Marga. Manual Kapasitas Jalan Jalan Indonesia.Jakarta : Dirjen Bina Marga.

Faisal, I. (2020). Analisis Tingkat Pelayanan Jalan Menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (Pkji) 2014 (Studi Kasus Jl Raya Payakumbuh–Pekanbaru Sta 9+ 200–9+ 400 Depan Pasar Sarilamak Kabupaten Lima Puluh Kota (Skripsi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat).

Hermanda I., 2018. Perencanaan Penerapan Jalur Khusus Sepeda Di Kota Padang.

Ishak, I. (2019). Analisis Transportasi terhadap Penerapan Arus Lalu Lintas Satu Arah. Rang Teknik Journal, 2(1).

Kurniawan, D., Yermadona, H., & Wailussy, I. (2019). Perbandingan Tebal Perkerasan Lentur Metode Analisa Komponen dan AASHTO (Studi Kasus: Jalan Lubuk Alai-Koto Lamo Kabupaten Lima Puluh Kota). Rang Teknik Journal, 2(2).

Nazir Moh., 1998. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Maharani, S., Masril, M., & Bastian, E. (2021). PENGARUH PENGGUNAAN ABU BONGGOL JAGUNG 5%, 7.5% DAN 10% SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON f’c 14.53 MPa. Ensiklopedia Research and Community Service Review, 1(1), 6-11.

Mahawaditra D., 2017. Perencanaan Jalur Sepeda Sebagai Transportasi Lanjutan Angkutan Massal Pada Kawasan Kampus Universitas Syiah Kuala

Mahyana S. B. I., dkk., 2016. Perencanaan Jalur Sepeda Sebagai Tujuan Wisata Desa Di Kecamatan Payangan , Kabupaten Gianyar. E-jurnal Arsitektur Lansekap. Vol. 2 No. 2 Oktober 2016.

Mulyadi, A. M. 2013. Modul Pelatihan Perancangan Lajur dan Jalur Sepeda. Bandung : Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan, Kementerian dan Pekerjaan Umum.

Setiady R., 2018. Kajian Khusus Jalur Sepeda Untuk Mendukung Program Bike To Work Pada Ruas Jalan Khatib Sulaiman Di Kota Padang.

Sutaresmi P. A. G. I., Perencanaan jalur Sepeda Pada Kawasan Perguruan Tinggi Di Kota Malang. Sandianggar. 2015

Wirawan K., 2021. Perencanaan Jalur Sepeda Berdasarkan Persepsi dan Prereferensi Wisatawan Bersepeda Di Pantai Sanur Bali. Jurnal Inovasi Penelitian. Vol. 1 No. 8 Januari 2021.

Standar Perencanaan Geometrik Untuk Jalan Perkotaan Tahun 2004.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Anda Pengunjung Ke- Flag Counter