ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN LALU LINTAS SUMATERA CENGKEH KM 35 KECAMATAN PANTI KABUPATEN PASAMAN

Raja Tre Hariyedi, Ishak Ishak, Selpa Dewi

Sari


Pada jalan lintas Sumatera, Cengkeh KM 35, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman dapat kita jumpai kerusakan badan jalan yang cukup parah yaitu tidak ratanya permukaan jalan, dan jalan yang berlubang sehingga terjadinya kecelakaan. Data sekunder didapat dari Polres Kabupaten Pasaman yaitu data jumlah kecelakaan tahun 2017-2021. Dari hasil analisis faktor-faktor penyebab kecelakaan diperoleh oleh faktor manusia dalam kategori tertinggi dengan persentase rata-rata 100% dan tingkat kecelakaan tertinggi terjadi pada tahun 2018 dan tahun 2019, yaitu sebanyak 6 kasus kecelakaan. Dan dari hasil One Way-Anova didapat hasil jumlah korban meninggal dunia dengan hasil signifikansi 0.867 apabila > 0.005 artinya Ho diterima karena tidak ada pengaruh antara satu variabel independen terhadap variabel independen. Hasil jumlah kecelakaan berdasarkan data pertahun dengan hasil signifikansi 0,282 apabila < 0.005 artinya Ho ditolak artinya terdapat pengaruh antara satu variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil Jumlah kecelakaan berdasarkan hari terjadinya kecelakaan dengan hasil signifikasi 0.861 apabila > 0.005 artinya  Ho diterima karena tidak ada pengaruh antara satu variabel independen terhadap variabel independen. Hasil jumlah luka ringan dengan hasil signifikansi 0.000 apabila < 0.0005 artinya Ho ditolak artinya terdapat pengaruh antara satu variabel independen terhadap variabel dependen. Penanganan dan kesadaran manusia sebagai pengemudi maupun pejalan kaki perlu ditingkatkan.

Kata Kunci : Kecelakaan Lalu Lintas, Faktor Kecelakan, One Way-Anova


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim, 1993, Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi. Pemerintah Republik Indonesia.

Anonim, 2009, Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

AASHTO, 2001, A Policy on Desing Of Highway and Street, Washington DC.

Clarkson H, Oglesby, 1999, Ahli Bahasa, Teknik Jalan Raya Jilid 1, Gramedia, Jakarta.

Colling, David A. Industrial safety: Management and Technology. New Jersey: Prentice Hall, 1990.

Direktorat Jendaral Bina Marga, 1997, Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota, No. 038/T/BM/1997. Badan Penerbit Pekerjaan Umum, Jakarta.

Heinrich, Petersen, Ross. 1980. Industrial Accident Prevention. Edisi kelima, Mc. Grow hill book company. New York.

Hobbs, F.D.,1995 Perencanaan Dan Teknik Lalu Lintas. Edisi kedua, Gadjah Mada University Press Yogyakarta.

Jannah, R. L., Yermadona, H., & Dewi, S. (2022). Analisis Kerusakan Perkerasan Jalan Dengan Metoda Bina Marga Dan Pavement Condition Index (PCI)(Studi kasus: Jl. Lintas Sumatera Km 203-213). Ensiklopedia Research and Community Service Review, 1(2), 114-122.

J.Pignataro, Louis. 1973. Traffic Engineering Theory and Practice. USA: Prentice Hall, inc.

Khisty, Jotin dan B. Kent Lall. 2003. Dasar-dasar Rekayasa Transportasi Jilid 1. Erlangga. Jakarta.

Mike Slinn, Paul Matthewa and Peter Guest, 2005. Traffic Engineering Design, Second Edition: Principles and Practice. Linacre House. Jordan Hill: Oxford.

Robinson, Richard & Thagesen, Bent. 2004. Road Engineering For Development (Second Edition). New York : Spon Press.

World Health Organization, 2013. A global brief on Hypertension: silent killer, global public health crises (World Health Day 2013). Geneva

Sukirman Silvia, 1994, Dasar-dasar Perencanaan Geometrik Jalan, Bandung.

Soesantiyo, 1985. Teknik Lalu Lintas I ( Traffic Engineering). Institut Teknologi 10 November. Surabaya.

Warpani, S.P., 2002. Pengelolaan Lalu Lintas dan Angkutan jalan. Penerbit ITB, Bandung.




DOI: https://doi.org/10.33559/err.v2i2.1710

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Anda Pengunjung Ke- Flag Counter