NERACA AIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI PALEMBAYAN

Nada Zakkiyah, Masril Masril, Ana Susanti Yusman, Jon Hafnil

Sari


Sejalan dengan pesatnya pembangunan diberbagai sektor, maka tuntutan pemenuhan kebutuhan air berdasarkan waktu, ruang, jumlah dan mutu semakin meningkat.  Dengan mengacu pada perbandingan antara masukan air dan keluaran air dalam suatu wilayah selama periode tertentu. Pemahaman tentang neraca air pada kondisi ini untuk manajemen sumber daya air yang berkelanjutkan, perencanaan infrastruktur, dan mitigasi dampak perubahan iklim. Pada kondisi kering, Tindakan penghematan air dan manajemen yang bijaksana diperlukan untuk mengurangi dampak kekeringan, sementara pada kondisi basah, penanganan banjir dan pengelolaan berlebihan menjadi focus utama. Perhitungan neraca air yang tepat diharapkan dapat menjamin pemenuhan kebutuhan air pada masing-masing DAS. Ketersediaan air minimum pada kondisi basah adalah 30,15 m3/s dan kondisi normal adalah 20,93 m3/s dan kondisi kering adalah 16,18 m3/s. Pemanfaatan air permukaan pada DAS Palembayan adalah 14,82 m3/s, yaitu kebutuhan domestic sebesar 0,18 m3/s, kebutuhan irigasi sebesar 14,63 m3/s, dan kebutuhan air industry sebesar 0,01 m3/s 3. Berdasarkan hasil perbandingan, pada kondisi basah dan normal masih bisa memenuhi kebutuhan air, berbeda pada kondisi kering, terdapat kekurangan air pada bulan Juni dan Agustus. Pada bulan Juni adalah -0,40 m3/s dan pada bulan Agustus adalah –0,73 m3/s. Maka diperlukan pertimbangan untuk membuat bangunan-bangunan penyimpan air untuk mengantisipasi kekurangan air pada DAS Palembayan.

Kata kunci : Neraca Air, Ketersediaan Air, Kebutuhan Air


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ana Susanti, Y. (2018, Juni). Curah Hujan dan Analisa Frekuensi Banjir Kota Padang. UNES Journal of Scientech Research, 3 , 60. Retrieved Mei 2, 2022, from https:/ /ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/273

Ditjen Sumber Daya Air, 2012. Surat Edaran Dirjen Sumber Daya Air tentang Penyusunan Neraca Air dan Penyelenggaraan Alokasi Air.

Dodi, Masril, & Yusman, A. S. (2023). Perencanaan Bendung Tetap Untuk Jaringan Irigasi Banda musajik D.I Gumarang Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam. Jurnal Teknik Sipil, 105 - 115.

Dwiwana, L., Nurhayati, & Umar. (-). Analisa Ketersediaan dan Kebutuhan Air Irigasi di Daerah Irigasi Terdu. Jurnal Teknik Sipill, 215-233.

Hansen, V., Israelsen, O., & Stringham, G. (1992). Dasar-Dasar dan Praktek Irigasi. Jakarta: Erlangga.

Hatmoko, W., 2006. Alokasi Air pada Sumber Air, Sosialisasi NSPM, Badan Litbang Pekerjaan Umum.

Mawardi, E. (2010). Desain Hidraulik Bangunan Irigasi. Bandung: Alfabeta.

Mawardi, E., & Memed, M. (2002). Desain Hidraulik Bendung Tetap. Bandung: Alfabeta.

Mock, F. (1973). Land Capability Appraisal Indonesia. Water Available Appraisal, Report Prepared for the Land Capability Appraisal Project. Indonesia: Bogor.

Profil Daerah Irigasi Pada Pengamatan Wilayah II UPTD SDA DAN BK Wilayah Utara. (2021). Bukittinggi.

PUPR, J. K. (2015). Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi. -: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Pusat Litbang Pengairan and Delft Hydraulics, 1989. Cisadane Cimanuk Integrated Water Resources Development (BTA-155), Vol XIII WRD Analysis Cisadane-Jakarta-Bekasi Area, Ministry of Public Works, Indonesia.

Salsabila, A., & Nugraheni, I. L. (2020). Pengantar Hidrologi. Bandar Lampung: Aura.

Sidharta. (1997). Irigasi dan Bangunan Air. Jakarta: Gunadarma.

Sosrodarsono, S., & Takeda, K. (2003). HIdrologi untuk Pengairan. Jakarta: Pradnya Paramita.

Sudjarwadi. (1987). Dasar-Dasar Teknik Irigasi. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Sulistyani, K. F., & Suhartanto, E. (2010). Studi Potensi Air Baku dan Rancangan Pemanfaatan Untuk Kebutuhan Domestik Di Pulau Tarakan. Malang: Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang.

Suprapto. (2016). Hidrologi dan Neraca Air Diklat Teknis Perencanaan Irigasi Tingkat Dasar. Bandung: Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi.

Suprapto. (2016). Hidrologi dan Neraca Air Diklat Teknis Perencanaan Irigasi Tingkat Dasar. Bandung: Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi.

Wurjanto, A., & Diding, S. (2002). Modul Perhitungan Debit Andalan Sungai. Bandung: Institut Teknologi Bandung.




DOI: https://doi.org/10.33559/err.v3i1.2118

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Anda Pengunjung Ke- Flag Counter