PENGARUH PEMBERIAN NUGGET REMIS SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA GIZI KURANG
Sari
Data analysis was performed using the dependent test. The results showed that the mean body weight of toddlers before (pretest) receiving the supplementary food “Clam Nuggets” was 11.829 kg, with a standard deviation of 1.8320 and a standard error of 0.3142. After (posttest) receiving the supplementary food “Clam Nuggets,” the mean body weight increased to 12.079 kg, with a standard deviation of 1.234 and a standard error of 0.3110. Statistical analysis showed a p-value of 0.000 (P < 0.05). The study concluded that supplementary feeding with clam nuggets had a significant effect on increasing body weight among undernourished toddlers. The researchers suggest that this intervention can be understood and applied in daily midwifery practice as a non-pharmacological treatment to improve toddlers’ body weight, as it is safe, free from side effects, and easily accessible.
Keywords: Clam Nugget Supplementary Feeding, Body Weight, and Nutritional Status
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Bangun, H. A., Nababan, D., & Martalena, E. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi anak balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 115–123.
Fauziah, N., Rahmi, A., & Putri, D. (2023). Pengaruh pemberian makanan tambahan berbahan dasar seafood terhadap status gizi balita. Jurnal Gizi Indonesia, 11(1), 55–63.
Hardinsyah, H., Supariasa, I. D. N., & Riyadi, H. (2021). Ilmu gizi teori dan aplikasi. Jakarta: EGC.
Hendrayati, H., Syam, A., & Rahayu, S. (2022). Diversifikasi olahan kerang darah sebagai pangan lokal bergizi tinggi. Jurnal Teknologi Pangan, 13(2), 87–95.
Hidayat, T. (2011). Kandungan zat gizi kerang sebagai sumber protein hewani. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 16(1), 34–40.
Irianti, B. (2018). Gizi dalam kesehatan reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Rihama.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi balita. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pelaksanaan pemberian makanan tambahan (PMT) balita gizi kurang. Jakarta: Kemenkes RI.
Kusuma, R., & Handayani, D. (2020). Diversifikasi pangan lokal berbasis hasil perairan dalam penanganan masalah gizi. Jurnal Pangan dan Gizi, 15(1), 22–30.
Masnah, M., & Saputri, Y. (2020). Dampak masalah gizi terhadap kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Jurnal Kesehatan Nasional, 5(2), 98–104.
Nur’aini, N., Ishar, M., & Darius, D. (2019). Kandungan protein dan vitamin B1 pada remis (Corbicula javanica). Jurnal Gizi dan Pangan, 14(2), 45–52.
Rahmawati, L., Sari, M., & Yuniarti, R. (2021). Pengaruh pemberian biskuit tinggi protein terhadap peningkatan berat badan balita wasting. Jurnal Kesehatan Anak Indonesia, 9(3), 101–108.
Sari, D., & Fitriani, R. (2022). Efektivitas pemberian PMT berbasis ikan terhadap peningkatan berat badan balita gizi kurang. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 7(2), 66–74.
Survei Status Gizi Indonesia. (2023). Hasil survei status gizi Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
UNICEF. (2021). The state of the world’s children 2021. New York: UNICEF.
Veronica, W., Putri, E., & Rahmadani, F. (2023). Efektivitas pemberian nugget tinggi protein terhadap peningkatan berat badan pada balita wasting usia 12–59 bulan. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Anak, 8(1), 12–19.
World Health Organization. (2021). Malnutrition fact sheet. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2024). Levels and trends in child malnutrition. Geneva: WHO.
Yuliana, R., Fitri, A., & Handoko, D. (2021). Hubungan dukungan keluarga dengan keberhasilan program PMT pada balita gizi kurang. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 16(2), 88–96.
DOI: https://doi.org/10.33559/err.v5i3.3845
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Anda Pengunjung Ke-



