PENGARUH DILATASI TERHADAP SIMPANGAN ANTAR LANTAI BANGUNAN TINGGI DENGAN BENTUK H
Sari
Seperti yang kita ketahui, bangunan dengan denah yang rumit tidak di anjurkan karena memiliki risiko yang sangat tinggi untuk collaps jika terjadi gempa. Dalam proses analisis ini model bangunan di bagi menjadi 4 model struktur yaitu model tanpa dilatasi (utuh dengan denah H) dan dengan dilatasi di bagi menjadi 3 bagian yang di sebut bangunan A, B , dan C. Semua model di desain dengan sistem ganda, SRPMK dan shere wall. Dari hasil analisa struktur di dapatkan bahwa dinding geser sangat berpengaruh pada simpangan antar lantai yang terjadi pada bangunan dilatasi dan tanpa dilatasi, yang mana di dapatkan dicplacement pada bangunan berpengaruh pada jarak dilatasi yang diberikan sebesar 150 mm. Gaya dalam yang terjadi pada kolom dan balok juga menunjukkan hasil yang signifikan terutama pada kolom dengan struktur tanpa dilatasi di banding kan menggunakan dilatasi. Di mana Kolom tanpa dilatasi setelah di analisis gaya dalamnya menggunakan program bantu sp colomn menunjukkan hasil kebutuhan tulangan sebanyak (36 D36) buah tulangan dengan dimensi kolom 850 x 850 mm. Sedangkan di bangunan dengan dilatasi hanya membutuhkan tulangan sebanyak (24 D36) buah tulangan dengan dimensi yang sama.
Kata Kunci: Sistem Dilatasi
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Daniel, L. Schodek. (1999). Sturktur. Bandung: PT Eresco.
Daryono, Dr. (2018). Mengapa gempa terus terjadi di Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-45086874
Elliza, I. N. (2013). Evaluasi Kinerja Sturktur Pada Gedung Bertingkat Dengan Analisa Respon Spektrum Menggunakan Software Etabs V 9.50. Laporan Skripsi. Surakarta: Program Studi Teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret.
Fajar, R. (2019). Evaluasi Sturktur Atas Empat Lantai Dengan Analisi Pushover Menggunakan Program Sap2000. Laporan Skripsi. Bukittinggi: Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.
Irfan, M., Ishak, I., & Priana, S. E. (2022). Tinjauan Perencanaan Proyek Pembangunan Gedung/Ruang Baru Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi. Ensiklopedia Research and Community Service Review, 1(2), 172-178.
Juwana, J. S. 2005. Panduan Sistem Bangunan Tinggi. Jakarta: Erlangga.
Kurniawan, M. E. (2017). Analisis Perbandingan Sturktur Gedung Bertingkat Dengan Bentang 12 Meter Yang Menggunakan SRPMK Dengan Dual System. Laporan Skripsi. Medan: Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Lestari, S. (2019). Analisis Jarak Dilatasi Bangunan Ber-Layout L Dan Perhitungan Penulangan Elemen Balok Dan Kolom Disekitar Dilatasi (Doctoral dissertation, Universitas Andalas).
Masril,. (2019). Analisis Perilaku Struktur Atas Gedung Asrama Pusdiklat IPDN Baso, Bangunan Wing 1 dengan Beban Gempa Berdasarkan Sni 03-1726-2012. Rang Teknik Journal, 2(1).
R. Park and Paulay, T. (1975), Reinforced Concert Struktures, John Wiley & Sons, Inc. New York. Chichester. Brisbanc. Brisbanc. Toronto. Singapore.
Reza, F. (2012), Pengaruh Dilatasi Terhadap Gaya Dalam Kolom Dan Balok Pada Gedung Berlantai Empat Dengan Denah H. Laporan Skripsi. Banda Aceh: Program Studi Teknik Sipil, Universitas Syiah Kuala Darussalam.
Tavio, dan Wijaya, U. (2018), Desain Rekayasa Gempa Berbasis Kinerja, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta.
Paulay, T dan M. J. N. Pristley, (1992), Seismic Design Of Reinforced Concrete And Masonry Buildings, John Wiley & Sons, Inc. New York. Chichester. Brisbanc. Brisbanc. Toronto. Singapore.
DOI: https://doi.org/10.33559/esr.v4i3.1166


















