ANALISIS PERBANDINGAN DESAIN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) DAN SISTEM GANDA (DUAL SYSTEM) DI KOTA PADANG

Agus Agus, Fazi Oktoferian Cahya

Sari


Kota Padang terletak pada daerah gempa kuat sebagaimana Peta Wilayah Gempa Indonesia 2017. Untuk membangun Gedung di daerah rawan gempa kuat, terdapat beberapa sistem struktur yang direkomendasikan, diantaranya adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem Ganda (Dual System). Penelitian ini dimaksudkan untuk menganilisis perbandingan desain bangunan beton bertulang kedua sistem struktur tersebut ( SRPMK dan Dual System) yang terletak di kota Padang. Model bangunan beton bertulang 6 tingkat didesain sebagai  Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem Ganda (Dual System) untuk mengetahui perbandingan dari respon masing-masing bangunan terhadap beban-beban yang terjadi serta untuk mengetahui penggunaan sistem struktur yang efisien. Analisis dilakukan menggunakan aplikasi SAP2000 versi 14. Perancangan bangunan gedung ini berdasarkan persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung (SNI 2847-2013) dan persyaratan Perencanaan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung (SNI 1726-2019). Perencanaan ini dimulai dari menentukan data-data dasar perencanaan dan pembebanan yang terjadi pada struktur. Pembebanan dihitung berdasarkan denah lantai dan fungsi bangunan. Perhitungan pembebanan dilakukan mengikuti persyaratan Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain (SNI 1727-2013). Dari hasil analisis yang dilakukan, dapat dilihat bahwa bangunan yang menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) memiliki displacement dan drift yang lebih besar jika di bandingkan dengan bangunan yang menggunakan Sistem Ganda (Dual System), meskipun keduanya masih dalam batas yang diizinkan. Sedangkan dari dimensi penampang kolom, pada Sistem Ganda (Dual System) memiliki dimensi kolom yang lebih kecil dari banguan yang menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Walau bagaimanapun, berdasarkan analisis dinamis pada kedua model struktur bangunan, pada dasarnya model struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) didapati lebih efisien.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ambarwati, Yuniar Dwi. 2017. Analisa Perbandingan Sistem Ganda dan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus pada Desain Struktur Hotel Ammeerra Jakarta. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Agus, & Maimunnah, S. 2021. Respon Gempa Gedung Beton Bertulang 20 Tingkat dengan Variasi Tata Letak Dinding Geser. Jurnal Teknik Sipil ITP, Vol.8 No. 2.

Atmana, Dhias Multi. 2018. Studi Perbandingan Kinerja Gedung bertingkat Beton Bertulang 8 Lantai dengan Menggunakan Metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem Ganda Dinding Struktural Khusus. Surabaya: Universitas 17 Agustus 1945

Badan Standarisasi Nasional. 2013. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung, SNI 2847-2013. Jakarta: BSN

Badan Standarisasi Nasional. 2013. Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung, SNI 1727-2013. Jakarta: BSN

Badan Standarisasi Nasional. 2019. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung dan Non Gedung, SNI 1726-2019. Jakarta: BSN

Fri, Andoko. 2018. Desain Struktur Gedung Tinggi dengan Denah Berbentuk “H” Menggunakan Sistem Ganda SRPMK dan SDSK. Padang: Universitas Andalas

Rizki, Muhammad Warsa.2016. Efek Penambahan Shearwall Berbentuk L pada Bangunan Rusunawa UNAND. Padang: Universitas Andalas

Wijayana, Hendra. 2020. Studi Perbandingan Letah Shear Wall terhadap Perilaku Struktur dengan menggunakan SNI 1729:2019 dan SNI 2847:2019. Surabaya: Institut Teknologi Adhi Tama

Windah, Reky Stenly. 2011. Penggunaan Dinding Geser Sebagai Eelemen Penahan Gempa pada Bangunan Bertingkat 10 Lantai. Manado: Universitas Sam Ratulangi




DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v4i4.1180

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jumlah Kunjungan

Negara Pengunjung

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.