KEANEKARAGAMAN TANAMAN OBAT YANG BERPOTENSI DI TAMAN HUTAN RAYA BUNG HATTA LUBUK KILANGAN KOTA PADANG SUMATERA BARAT

Marganof Marganof

Sari


Penelitian tanaman obat ini telah dilaksanakan pada bulan Desember hingga Februari 2020, bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman obat yang berada di kawasan Taman Hutan Raya Bung Hatta serta pemanfaatannya oleh masyarakat sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi dan wawancara. Data yang didapatkan dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan tumbuhan yang didapatkan adalah sebanyak 42 jenis dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat setempat masih banyak yang memanfaatkan tanaman obat yang berasal dari alam . Kerapatan adalah jumlah individu per - unit luas. Dari penelitian yang dilakukan terdapat tanaman obat jenis katarak (Istoma longiflora) dengan kerapatan tinggi yaitu 0,003 dan Kerapatan Relatif 0,144928%, sedangkan untuk kerapatan paling rendah yaitu Gandarusa dengan kerapatan 0,0001 dan Kerapatan Relatifnya 0,004831. Organ tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun dan yang paling sedikit adalah batang, dengan cara pengolahan yang paling banyak dilakukan adalah dengan cara direbus.Kata Kunci : Taman Hutan Raya Bung Hatta, istoma longiflora, tumbuhan obat, daun,

gandarusa.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alikodra, H. S. 2002. Pengelolaan Satwaliar. Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

Balitro, 2010. Wanafarma Melestarikan Hutan Dengan Tanaman Obat. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol.32/6/ Bogor: Balito.

Giwanon, , dkk. (2000). Inventarisasi Tanaman Obat Indonesia (I) Jilid 1. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Haryanto 1994 .Pelestarian Pemanfaatan Keanekaragaman Tumbuhan Obat Hutan Tropika Indonesia .Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan Fakultas Kehutanan IPB .Lembaga Alam Tropika Indonesia.

Hamid A, Hadad EA, Rostiana O. 1991. Upaya Pelestarian Tumbuhan Obat di BALITTRO. Zuhud EAM, editor. Pelestarian Pemanfaatan Tumbuhan Obat dari

Hutan Tropis Indonesia. Prosiding. Bogor : Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor-Yayasan Pembinaan Suaka Alam dan Margasatwa Indonesia.

Indriyanto,2005.Ekologi Hutan. Jakarta :Bumi Aksara.

Jamaluddin M. 2009. Pacar air untuk atasi nyeri haid. http://m.kompas. com/news/read/data/2009.11.12.10301138. 18 November 2010.

Kartikawati, S.M., 2004. Pemanfaatan Sumber Daya Tumbuhan Oleh Masyarakat Dayak Meratus di Kawasan Hutan Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Tesis pada Sekolah Pasca IPB. Bogor.

Kartasapoetra, G. 1992. Budidaya Tanaman Berkhasit Obat. Rineka Cipta. Jakarta Peres, J., J.M. Dorado, T .Rubia ,J. Martinez.2002. Biodegradation and Biological treatments of Cellulose,Hemicellulosa and Lignin.

Suparmoko. 1994. Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Edisi 3. BPFE Yogyakarta. Yogyakarta

Supriadi. 2001. Tumbuhan Obat Manisia: Pengguna dan Khasiatnya. Jakarta. Pustaka Populer Obor.




DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v3i2.1689

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jumlah Kunjungan

Negara Pengunjung

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.