GAMBARAN PREVALENSI KARIES GIGI MURID KELAS III SD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKAN KAMIS KECAMATAN TILATANG KAMANG KABUPATEN AGAM

Dewi Rosmalia

Sari


Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang perlu diperhatikan, karena 25,9 % penduduk Indonesia menderita karies gigi, anak umur 6-9 tahun, merupakan periode gigi bercampur yang merupakan kelompok rentan terhadap terjadinya karies. Penelitian bertujuan untuk melihat gambaran prevalensi karies gigi pada murid kelas III SD di wilayah kerja Puskesmas Pakan Kamis Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Ruang lingkup penelitian ini membahas tentang prevalensi, periode gigi bercampur dan karies. Desain penelitian deskriptif dengan populasi seluruh murid kelas III SD di wilayah kerja Puskesmas Pakan Kamis Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam sebanyak 347 orang, pengambilan sampel dengan sampel jenuh. Data dikumpulkan dengan menggunakan format pemeriksaan karies. Hasil penelitian didapat prevalensi karies gigi decidui adalah 69,1 % (240 orang) dan prevalensi karies gigi permanen sebanyak 25,6 % (89 orang). Kesimpulan penelitian tingginya prevalensi karies gigi, disarankan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulutnya dengan menggosok gigi 2 kali sehari, mengurangi makan makanan yang manis dan mudah melekat, memperbanyak makan sayur dan buah serta memeriksakan kesehatan gigi dan mulut dan melakukan penambalan untuk gigi berlubang.

Teks Lengkap:

Hal 26-32

Referensi


Asmadi. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta. EGC. 2005

Silaban S, dkk. Prevalensi karies gigi geraham pertama permanent pada anak umur 8-9 tahun di SD Kelurahan Kawangkoan Bawah Minahasa Selatan.

Liwe M, dkk. Prevalensi karies gigi molar satu permnanen pada anak umur 6-9 tahun di Sekolah Dasar Kecamatan Tomohon Selatan. Tersedia dari Jurnal e-GIGI (eG), Volume 3, Nomor 2, Juli-Desember 2015.

Putri R. Bagaimana hubungan pengetahuan siswa tentang karies gigi dengan indeks DMF-T pada siswa kelas VII SMPN 01 Banuhampu Kabupaten Agam. Skripsi. 2016

Hirayana MP, dkk. Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan Keras dan Jaringan Pendukung Gigi. Jakarta: EGC; 2012

Purwanto H, Pengantar Statistik Keperawatan. Jakarta. EGC. 1994.

Dewi Fiska, Kurangnya Pendidikan Reproduksi Dini Menjadi Faktor Penyebab Terjadinya Pelecehan Seksual Antar Anak, Soumatera Law Review, Volume 1, Nomor 1, 2018.

Edwina. A, dkk. Dasar–Dasar Karies Penyakit dan Penanggulangannya. Jakarta. EGC. 2012

Maulana C. Kiat merawat gigi anak. PT Elex Media Komputindo. Jakarta

Wangidjaja H. Anatomi Gigi. Edisi 2. Jakarta. EGC.2013

Hongini Y, dkk. Kesehatan Gigi. Jakarta. Pustaka Reka Cipta. 2012

Tarigan R. Karies Gigi edisi 2. Jakarta: EGC. 2013

Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan edisi revisi. Jakarta. Rineka Cipta. 2005

Permatasari I. Hubungan Perilaku Menggosok Gigi Dengan Pola Jajan Anak Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Murid SD Negeri 157 Palembang (Skripsi). Tersedia dari jurnal Keperawatan Sriwijaya, Volume 1, Nomor 1, Juli 2014

Aryani R. Kesehatan Remaja Problem Dan Solusinya. Jakarta. Salemaba Medika. 2010

Rugianto A. Hubungan Peran Orang Tua Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Siswa Kelas III-IV SDN IV Donorajo Kecamatan Sompor. (skirpsi) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong. 2017

Diajeng S. dkk. Gambaran Beberapa Faktor Kejadian Karies Gigi Pada Siswa Tunagrahita Di SLB C Kota Semarang. Tersedia dari jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Volume 4, Nomor 4, Oktober 2016

Nurafifah D. Hubungan Perilaku Pencegahan Karies Gigi Dan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Di Dusun Sumberpanggang Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan. Tersedia dari jurnal. Volume 01, Nomor XIV, April 2013




DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v1i4.175

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jumlah Kunjungan

Negara Pengunjung

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.