MENGENAL SISTEM PEMERINTAHAN NAGARI DI PROPINSI SUMATERA BARAT
Sari
Nagari is a customary law community unit in the province of West Sumatra which consists of a collection of several tribes that have certain territorial boundaries, have their own assets, have the right to regulate and manage their own household in choosing their government leaders. Nagari is also a family unit that is larger than the tribe, the nagari usually consists of approximately 4 (four) tribes, namely a large family that is related by blood from several lungs according to the mother's lineage. Historically, the nagari government is a traditional government ruled by tribal leaders who have the same authority who are incorporated in a customary density. These penghulu are assisted by the manti (smart people trusted by the penghulu), malin (clerics), and dubalang (hulubalang/security). The Nagari Government as the lowest government that replaces the Village Government is a unitary community of customary law in the area of West Sumatra Province. Consists of a collection of several tribes that have an area with certain boundaries, have their own wealth, have the right to regulate and manage their household and choose their government leaders.
Keywords: Government System, Nagari, West Sumatra.
Teks Lengkap:
PDFReferensi
AA Navis, Alam Takambang Jadi Guru, Adat dan Kebudayaan Minangkabau, Grafiti Pers, Jakarta, 1984.
Afdhal Prima, Sistem Pemerintahan Nagari (Studi Pada Nagari Padang Magek Kabupaten Tanah Datar), Jurnal JOM Fisip, Volume 01, Nomor 02, 2014.
Amir MS, Adat Minangkabau : Pola dan Tujuan Hidup Orang Minang, PT. Mutiara Sumber Widya, Jakarta, 2001.
Faisal, Failin, Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Badan Musyawarah Nagari Dalam Mengawasi Pemerintahan Di Nagari Canduang Koto Laweh Dan Nagari Lasi Kecamatan Canduang Kabupaten Agam , Ensiklopedia Sosial Review Vol 1, No 2, 2019.
Gokma Toni Parlindungan S, Pengisian Jabatan Perangkat Nagari Pemekaran Di Pasaman Barat Dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah, Ensiklopedia of Journal Vol 1, No 2, 2019.
Imran Manan, Birokrasi Modern dan Otoritas Tradisional di Minanngkabau (Nagari dan Desa di Minangkabau), Yayasan Pengkajian Kebudayaan Minangkabau Sumatera Barat, Padang, 1995.
Indrajit, Analisis dan Perancangan Sistem Birokrasi Objek, Informatika, Bandung, 2001.
Iskandar Kemal, Pemerintahan Nagari Minangkabau dan Perkembangannya : Tinjauan tentang Kerapatan Adat, Graha Ilmu, 2008, Yogyakarta.
Karjuni Maani, Penerapan Konsep Balanced Scorecard Dalam Pemberdayaan Pemerintah Nagari, Jurnal Suluah Bendang, Vol V. No. I April, 2006.
Miko Kamal, Sengketa Tanah Ulayat dan Alternatif Penyelesaian,Makalah disampaikan pada workshop Tanah Ulayat Badan Pertanahan Nasional Propinsi Sumatera Barat di Padang tanggal 23 -24 Oktober 2001.
Nazmi Panala, Darmini Roza, Sofiarti Sofiarti, Penyelengaraan Pemilihan Wali Nagari Serentak Di Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2018, Ensiklopedia Sosial Review, Volume 1 No 1 Februari 2019.
Rianda Prima Putri, Pemilihan Wali Nagari Dalam Sistem Pemerintahan Daerah Di Kabupaten Padang Pariman , Ensiklopedia of Journal Vol 4, No 1, 2021.
S Wignjosoebroto, Kebijakan Negara Untuk Mengakui Atau Tidak Mengakui Eksistensi Masyarakat Adat Berikut Hak- Hak Atas Tanah. Jurnal Masyarakat Adat, Volume 01, Nomor 01, Juli 1998.
Zenwen Pador, Dkk, Kembali Ke Nagari Batuka Baruak Jo Cigak, Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Padang, 2001.
DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v4i3.183
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Negara Pengunjung

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.










