HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA UMUR 24-59 BULAN DI PUSKESMAS SIKABU LUBUK ALUNG

Septa Nelli, Eliza Eliza, Bunga Permata Syofrul

Sari


Stunting is a condition of failure to thrive that occurs in toddlers. stunting is caused by inadequate nutritional intake for a long time due to the provision of food that is not in accordance with WHO nutritional needs), stated that around 150.8 million children under five died due to stunting. The number of stunting children in Indonesia has increased from 27.5% in 2016 to 29.6% in 2017. West Sumatra Health Office in 2018-2021 The prevalence of short toddlers according to TB/U is 2018 (30.8% ), in 2019 (27.7%) and in 2021 (24.4%) the Padang Pariaman District Health Office, with an incidence rate in the last 3 months of 2022 as many as 83 cases at the age of 24-59 months. This study aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers at the Sikabu Health Center. This type of quantitative research with a Cross Sectional Study approach. The research was conducted on 1 July-31 August 2022 at the Sikabu Health Center. The research sample was 83 people. Sampling by means of Total Sampling. Statistical test using Chi Square degree of significance (p value < 0.05). The results showed that most (81.9%) mothers who had infants under five gave exclusive breastfeeding until they were 6 months old. Most (80.7%) mothers who have toddlers aged 24-59 months do not experience stunting. There is a significant relationship between breastfeeding and the incidence of stunting at the Sikabu Health Center in 2022 with a p value = 0.000 (p value < 0.05). After doing this research, it is hoped that mothers and their families will be aware of the importance of exclusive breastfeeding.

Keywords: Exclusive Breastfeeding, Stunting

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agus, K. (2019). Stunting Cause Factors in the Village of Traditional Bali. International Research Journal of Engineering, IT and Scientific Research, 3(2), pp.157–164

Antropometri, (2020). Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Kemenkes RI

Arifin. 2018. Faktor-faktor penyebab kegagalan pemberian ASI eksklusif Medical Journal of Lampung University Volume 2 No 4 Februari 2013.

Arif, Nurhaeni.2019. ASI dan Tumbuh Kembang Bayi.yogyakarta: Media pressIndo.

Atien, 2014. (2018). DETEKSI DINI GANGGUAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK Atien Nur Chamidah, 8.

Budiastutik, I., & Rahfiludin, M. Z. (2019). Faktor Risiko Stunting pada anak di Negara Berkembang. Amerta Nutrition, 3(3), pp. 122–129.

Etika, N. M. 2019. ‘Mengenal Stunting, Kondisi Tubuh Anak Pendek yang TernyataBerbahaya’,hellosehat,Availableat:https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/stunting-adalah-anak- pendek/.

farah. (2018). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak. e- Jurnal Pustaka Kesehatan, vol. 3 (no. 1) Januari .

Hadi, M. I., Kumalasari, M. L. F., & Kusumawati, E. (2019). Faktor Risiko yang BerHubungan dengan Kejadian Stunting di Indonesia: Studi Literatur. Journal of Health Science and Prevention, 3(2), pp. 86–93.

Hapsari, W. (2018). Hubungan Pendapatan Keluarga, Pengetahuan Ibu Tentang Gizi, Tinggi Badan Orang Tua, Dan Tingkat Pendidikan Ayah Engan Kejadian Stunting Pada Anak Umur 12-59 Bulan. Skripsi. Program Studi Strata 1 pada Jurusan Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah.Surakarta.

Hidayat, (2018). Metodologi Penelitian

Kemenkes RI. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar 2018. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.Jakarta.

(2019). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.Jakarta.

(2020). Tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak.

Kementerian Kesehatan RI. 2021a. ‘Ini penyebab stunting pada anak’,

Mugianti, S., Mulyadi, A., Anam, A. K., & Najah, Z. L. (2018). Faktor penyebab anak stunting usia 25-60 Bulan di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Jurnal Ners Dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 5(3), pp. 268–278.

Nadiyah, Briawan, D., & Martianto, D. (2018). Faktor Risiko Stunting Pada Anak Usia 0—23 Bulan di Provinsi Bali, Jawa Barat, Dan Nusa Tenggara Timur. Jurnal Gizi Dan Pangan, 9(2), pp.125–132.

Notoatmodjo.2019. Metologi Penelitian Kesehatan.Jakarta : PT RINEKA CIPTA

Nursalam. 2019. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian IlmuKeperawatan.Jakarta : Salemba Medika

Palino, I., Majid, R., & Ainurafiq, A. (2020). Determinan Kejadian Stunting pada Balita Usia 12-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2016. Jurnal Ilmiah MahASIswa Kesehatan Masyarakat Unsyiah.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif.

Prasetyono,D.S.2019. ASI Eksklusif Pengenalan, Praktik dan Kemanfaatan – kemaanfaatannya. Diva Press. Yogyakarta

Purnamasari, D., & Mufdlilah. (2018). Factors Associated with failure of exclusive breastfeeding practice. Jurnal of Health Technology Assessment in Midwifery, 1 No1, pp.17–22.

Putra, A. E. (2019). Pemilihan Rumus dan Perhitungan Besar Sampel. Statistik Dan Informatika, 1–15.

Rahayu, A., Yulidarsi, F., Putri, A. ., & Anggraini, L. (2018). Study Guide - Stunting Dan Upaya Pencegahannya Study Guide - Stunting Dan Upaya (1 st). CV. Mine.

Rani Putri Pribadi, 2021Hubungan pola asuh pemberian makan oleh ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahun. jurnal vol 6,

RISKESDAS.2020. Hasil Utama Riskesdas. Kemenkes RI

Roesli, U. (2019). Mengenal ASI eksklusif. PT. Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara. Jakarta.

Sampe, A., Toban, R. C., & Madi, M. A. (2020). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting Pada Balita 1-5 Tahun. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), pp. 8.

Soetjiningsih. (2018). Perkembangan Anak dan Permasalahannya dalam Buku Ajar I Ilmu Perkembangan Anak dan Remaja. Sagungseto. Jakarta.

Soetjiningsih, C. H., (2018). Perkembangan Anak Sejak Pertumbuhan Sampai Dengan Kanak-kanak akhir. Jakarta: Rendra Media Grup.

Soetjiningsih., (2018). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Buku Kedokteran, EGC

Sugiyono. (2019). Statistika untuk Penelitian. CV.Alfabeta. Bandung.

Sutomo, B., & Anggraini, D. (2020). Menu Sehat Untuk Batita dan Balita (1st ed.). PT. Angromedia Pustaka. Jakarta.

Trihono, et al. 2019. ‘Pendek (Stunting) di Indonesia, Masalah dan Solusinya’.Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Trihono, Atmarita, Tjandrarini, D. H., Irawati, A., Utami, N. H., Tejayanti, T., & Nurlinawati, Ii. (2019). Pendek (stunting) di Indonesia, Masalah dan Solusinya. In Journal of Materials Processing Technology (1st ed., Vol. 1, Issue 1). Lembaga Penerbit badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Wahyuningsih, H. P. (2018). Asuhan kebidanan nifas dan Menyusui. Kemenerian Kesehatan Republik Indonesia.

Wardah, A. R. (2020). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Bayi Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Selo Kabupaten Boyolali. Skripsi. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah. Surakarta.

WHO. (2018). Reducing Stunting In Children. Equity Considerations for Achieving the Global Nutrition Targets 2025, pp.40.




DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v6i2.2106

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jumlah Kunjungan

Negara Pengunjung

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.