ANALISIS KEBIJAKAN DALAM PENGENDALIAN KASUS GIGITAN HEWAN PENULAR RABIES (GHPR) PADA MANUSIA DI KOTA PEKANBARU
Sari
Rabies is a deadly disease with Case Fatality Rate (CFR) of 100%. In Riau Province, the number of cases of Rabies Transmitting Animal Bites (RTAB) has increased by about 5 percent every year. Pekanbaru City was area with high RTAB. The purpose of research was to determine policy analysis in controlled cases of animal bites that transmit rabies to humans in Pekanbaru City in 2022. The methode of research used qualitative analysis with a research design approach of Rapid Assessment Procedure (RAP). The data analysis used content analysis. The Collecting data used observation methods, document checked and in-depth interviews processed by triangulation. The results of the study revealed that the handling of RTAB cases had not all gone well, the number of human resources was still lacking, There is low training in capacity building in the Integrated Bite Case Management. The implementation of public education is rarely carried out and is only combined with other program. The tools such as leaflets and brochures were only available in a small number of services. The implementation of education to the public, an integrated rabies control system and monitoring evaluation of rabies control were carried out in conjunction with other programs. It can be concluded that in order to assess the success of a rabies control program, it is necessary to improve the implementation of monitoring and evaluation from planning to implementation, so that the location of obstacles that occur in the field can be known.
Keywords: Rabies Infecting Animal Bite, Human Resources, Education, Monitoring Evaluation
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Batan, I., & Suatha, I. (2016). Faktor-Faktor yang Mendorong Kejadian Rabies pada Anjing di Desa-Desa di Bali (Factors Encouraging The Incidence Of Rabies In Dogs In Villages In Bali). Jurnal Veteriner, 17(2), 274–279. https://doi.org/10.19087/jveteriner.2016.17.2.274
Daulay, R. S. D., Pancawidyana, D., & Aulanni’am. (2018). Pengkajian Duration Of Immunity Vaksin Neo Rabivet Pusvetma. Veteriner Farma, 2(2).
Dibia, I. N., Sumiarto, B., Susetya, H., Agung, A., Putra, G., & Scott-Orr, H. (2015). Faktor-Faktor Risiko Rabies pada Anjing di Bali. 16(15), 389–398.
Dilago, Z. (2019). Penyuluhan dan Pelaksanaan Vaksinasi Rabies di Desa Tagalaya Kecamatan Tobelo. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar, 1(1), 93. https://doi.org/10.35308/baktiku.v1i1.1463
Dinkesriau. (2021). Laporan Tahunan Program Pengendalian Rabies Tahun 2021.
Inanusantri. (2019). Monitoring Antibodi Hpr Pasca Vaksinasi Rabies Di Dki Jakarta Tahun 2013-2015. Prosiding PPIS 2019- Semarang, 1(1).
Inpres. (2019). Instruksi Presiden (INPRES) No. 4. 1–42.
Intan, P. R., Khoirudin, Z., & Khariri, K. (2020). Distribution of Rabies That Infect Human in Indonesia During One Last Decade. International Conference on Agromedicine and Tropical Diseases, 3(1), 16. https://doi.org/10.19184/icatd.v3i1.24082
Iqbal, M. (2017). Analisis Peran Pemangku Kepentingan dan Implementasinya Dalam Pembangunan Pertanian. Jurnal Litbang Pertanian, 26(3), 89–99.
Jirna, I. N., Sudarmanto, I. G., Sundari, C. D. W. H., Arjani, I. A. M. S., Posmaningsih, D. A. A., Jana, I. W., & Habibah, N. (2018). Potential Pakraman Village in Achieving Bali Rabies Free. Health Notions, 2(4), 406–410.
Juliansyah, E., & Nurdin, F. (2019). Faktor pelayanan kesehatan, dukungan keluarga dan masyarakat dengan upaya pencegahan kejadian rabies di wilayah kerja Puskesmas Pandan Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang. VISIKES : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 120–129.
Kemenkes. (2018). Pengendalian Rabies.
Kemenkes R.I. (2016). A technical handbook for the management of rabies-borne animal bite cases in Indonesia.
Kemenkes R.I. (2020). Petunjuk teknis petunjuk teknis. 28.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Situasi dan Analisis Rabies. Info Datin (pp. 1–6).
Khariri, K., & Wahyuni, S. (2022). World Rabies Day 2020 : Kolaborasi Berkualitas dan Vaksinasi Tuntas untuk Kalimantan Barat Bebas Rabies. ABDI: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(1), 85–91.
Klaudius, Y., Gelolodo, M. A., & Winarso, A. (2019). Evaluasi Efektivitas Vaksinasi Rabies Primer Pada Anjing Di Kecamatan Magepanda Kabupateb Sikka. Jurnal Veteriner Nusantara, 3(2), 168–175.
Kridayati, N. F., Kamiran, K., & Asiyah, N. (2020). Analisis Kestabilan Model Matematika Penyebaran Penyakit Rabies pada Anjing dengan Kontrol Optimal Berupa Kontrasepsi. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 8(2). https://doi.org/10.12962/j23373520.v8i2.48803
Kustiningsih, H., & Kurnadi, A. (2019). Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi Tahun 2018. Jurnal AgroSainTa, 3(1), 35–46.
Mamoto, G. G., Gosal, R., & Liando, D. M. (2021). Implementasi Kebijakan Pemerintah Dalam Penanggulangan Hewan Beresiko Rabies Di Kabupaten Minahasa Tenggara (Studi Di Dinas Pertanian Kab. Minahasa Tenggara). Jurnal Governance, 1(2), 1–11.
Manro, N. M., & Yovani, N. (2018). Menuju Indonesia Bebas Rabies 2020: Problem Institusi dalam Implementasi Kebijakan Kesehatan Publik di Bali. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI, 7(4), 168–177.
Novianti, S. A., Batan, I. W., & Suardana, I. W. (2018). Pemetaan dan Analisis Kejadian Rabies di Kabupaten Buleleng Tahun 2010-2016. Indonesia Medicus Veterinus, 7(2), 66. https://doi.org/10.19087/imv.2018.7.2.150
Nugraha, E. Y., Batan, I. W., & Kardena, I. M. (2017). Sistem Pemeliharaan Anjing dan Tingkat Pemahaman Masyarakat terhadap Penyakit Rabies di Kabupaten Bangli, Bali. Jurnal Veteriner, 18(2), 274–282. https://doi.org/10.19087/jveteriner.2017.18.2.274
Pergubri. (2012). Gubernur riau. 2015–2017.
Permenkes. (2010). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonsesia Nomor 2046/MENKES/PER/XII/2011. Jenis Penyakit Menular Tertentu Yang Dapat Menimbulkan Wabah Dan Upaya Penanggulangan, 1–30.
Perpres RI. (2011). Perpres RI No 30 TH 2011 Tentang Pengendalian Zoonosis.
Pradani, F. Y., Wempi, I. G., & Surya, D. (2021). Review : Rabies Pada Rodensia Dalam Kurun Waktu 20 Tahun. Jurnal Vitek Bidang Kedokteran Hewan, 11(2), 1–3.
Pujana, I Wayan, Uliantara, G. A. . &, & Sukerni, N. M. (2018). Oral Presentation ( OH-1 ) Tatalaksana Kasus Gigitan Terpadu : Implementasi Pendekatan One Health dalam Tatalaksana Kasus Gigitan yang Cost Effective. Proc. of the 20th FAVA CONGRESS & The 15th KIVNAS PDHI, 1(3), 483–485.
Saepulloh, M., & Abdul, R. M. (2019). Pemetaan Genetik Virus Rabies Pada Anjing Sebagai Dasar Penetapan Pengendalian Penyakit. Jurnal Kedokteran Hewan, 10(1), 43–48.
Simbong, M., Azis, R., & Juhanto, A. (2020). Kejadian Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di Kabupaten Luwu Timur dan Faktor Risikonya. Jurnal Promotif Preventif, 3(1), 58–68.
Subrata, M., & dkk. (2020). Peranan Pemangku Kepentingan dalam Pengendalian Rabies dengan Pendekatan One Health Terintegrasi di Bali. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI, 9(1), 20–32.
Tanzil, K. (2017). Penyakit rabies dan penatalaksanaannya Bagian Mikrobiologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. E-Journal WIDYA Kesehatan Dan Lingkungan, 1(1), 61–67.
Windiyaningsih, C. (2017). Vaksinasi Anti Rabies intradermal Dapat Menjadi alternatif Untuk Pencegahan rabies Pada Kasus Gigitan Oleh Hewan Penular Rabies di Indonesia. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 2(1).
World Health, O. (2013). WHO Expert Consultation on Rabies. Second report. World Health Organization Technical Report Series, 982, 1–139, back cover.
DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v6i1.2254
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Negara Pengunjung

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.










