KEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA ATAS PELARANGAN ANALOGI DALAM PENETAPAN TINDAK PIDANA BERDASARKAN PASAL 1 AYAT 2 KUHP NASIONAL

Laurensius Arliman S, Andreas Fransiskus Hutajulu

Sari


Abstract: This study aims to analyze the progress of human rights (HR) in national criminal law through the prohibition of using analogy in determining an act as a criminal offense, as reflected in Article 1 Paragraph 2 of the new Indonesian Criminal Code (KUHP Nasional). The research uses a normative legal method with statutory and conceptual approaches. In the context of modern criminal law, the prohibition of analogy is considered a manifestation of the principle of legality (nullum crimen sine lege), ensuring legal certainty and protecting the fundamental rights of individuals from arbitrary state actions. By disallowing analogy, no individual can be punished unless based on a previously established law. This represents significant progress in the protection of human rights, especially in ensuring that criminal law is not used as a tool of repressive power. The findings indicate that Article 1 Paragraph 2 of the KUHP affirms human rights principles aligned with international instruments such as the ICCPR. Therefore, the prohibition of analogy in national criminal law is not merely a formal legal step, but an ethical milestone in the enforcement of criminal justice.

Keywords: Human Rights, Analogy, National Criminal Code, Principle of Legality.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Azhary, Negara Hukum Indonesia-Analisis Yuridis Normatif tentang Unsur-Unsurnya. UI-Press. Jakarta, 1995.

Barda Nawawi Arief, Masalah Penegakkan Hukum dan Kebijakan Penanggulangan Kejahatan, PT. Citra Aditya Bhakti, Bandung, 2001.

Bernard Arief Sidartha, Refleksi tentang Struktur Ilmu Hukum: Sebuah Penelitian tentang Fondasi Kefilsafatan dan Sifat Keilmuan Ilmu Hukum sebagai Landasan Pengembangan Ilmu Hukum Nasional Indonesia, Mandar Maju, Bandung, 1999.

Budiono Kusumohamidjojo, Teori Hukum Dilema Antara Hukum Dan Kekuasaan, Yrama Widya, Bandung, 2016.

Chairul Huda, Dari Tiada Pidana Tanpa Kesalahan Menuju Kepada Tiada Pertanggungjawaban Pidana tanpa Kesalahan, Kencana, Jakarta, 2006.

Eddy O.S. Hiariej dan Topo Santoso, Anotasi KUHP Nasional, Rajawali Press, Jakarta, 2025.

Eddy O.S. Hiariej, Prinsip-Prinsip Hukum Pidana: Edisi Penyesuaian KUHP Nasional, Rajawali Press, Jakarta, 2025.

Laurensius Arliman S, Pengatruran Kelembagaan Hak Asasi Manusia Untuk Mewjudukan Perlindungan Anak di Indonesia, Disertasi, Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang, 2021.

Moeljatno, Asas-Asas Hukum Pidana (Edisi Revisi), RajaGrafindo, Jakarta, 2008.

Muladi dan Barda Nawawi Arif, Bunga Rampai Hukum Pidana, PT. Alumni, Bandung, 2007.

Muladi, Pertanggungjawaban Pidana Korporasi (Corporate Criminal Responsibility), Alumni, Bandung, 2013.

Roeslan Saleh, Perbuatan Pidana dan Pertanggungjawaban Pidana, Aksara Baru, Jakarta, 1990.

Romli Atmasasmita. Asas-Asas Perbandingan Hukum Pidana, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum, Jakarta, 1989.

Syahlan dan Parningotan Malau, KUHP Dalam Hukum Pidana Nasional: Perbandingan Buku I KUHP Baru dari KUHP Lama, Rajawali Press, Jakarta, 2025.

Zainal Abidin Bagir, et-all, Pasal 300–305 Kuhp 2023 Terkait Agama/Kepercayaan: Prinsip-Prinsip Penafsiran untuk Implementasi, Rajawali Press, Jakarta, 2025.




DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v7i4.3336

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jumlah Kunjungan

Negara Pengunjung

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.