PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PENGEMUDI OJEK ONLINE SEBAGAI PERANTARA DALAM PEREDARAN NARKOTIKA DI INDONESIA
Sari
Narcotics circulation has used a new modus operandi, namely utilizing online motorcycle taxi drivers as intermediaries for buying and selling narcotics to facilitate delivery and not be suspected by law enforcement officers so that the perpetrators avoid legal proceedings, the driver has a role in narcotics circulation so that the responsibility and punishment are attached to him. This study uses a normative juridical research type that is descriptive analysis, using secondary data obtained from library materials, primary, secondary and tertiary legal materials obtained and regulations, decisions and legal dictionaries, where the data is processed qualitatively by drawing conclusions deductively. Conclusion 1) In this case there is no mens rea or malicious intent of the defendant, in the absence of mens rea, the online motorcycle taxi driver cannot be held fully criminally responsible, mens rea is the main element to determine whether a person can be held accountable and there is no intention to violate the law. 2) Article 114 of the Narcotics Law does not require an element of intent so that there is no legal justice. In order to create a sense of justice, it is necessary to add an element of intent to the formulation of Article 114 of the Narcotics Law because this article does not require an element of intent.
Keywords: Drug Distribution, Intermediary, Online Motorcycle Taxi Driver.
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Buku
Ady Purwoto, Pertanggungjawaban Pidana Sebuah Tinjauan Yuridis (Jakarta: Duta Sains Indonesia, 2024).
Amir Ilyas, Asas-Asas Hukum Pidana Memahami Tindak Pidana Dan Pertanggungjawaban Pidana Sebagai Syarat Pemidanaan, (Rangka Education, Jakarta, 2012).
Chairul Huda, Tindak Pidana Tanpa Kesalahan Menuju Kepada Tiada Pertanggungjawaban Pidana Tanpa Kesalahan, (Kencana, Cetakan ke- 2, Jakarta, 2006).
Eddy O.S Hirraej, Prinsip-prinsip Hukum Pidana, (Cahaya Atma Pustaka, Yogyakarta, 2016).
Henny Saida Flora et al., Hukum Pidana Di Era Digital (Batam: CV. Rey Media Grafika, 2024).
Indah Nur Shanty Saleh et al., Sistem Peradilan Di Indonesia: Proses, Hak Dan Keadilan. (Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2024)
Kanter dan Sianturi, Asas-Asas Hukum Pidana Di Indonesia Dan Penerapannya, (Storia Grafika, Jakarta, 2002).
Mahrus Ali. Dasar-Dasar Hukum Pidana, (Sinar Grafika, Jakarta, 2015).
S.R Sianturi, Asas-Asas Hukum Pidana Indonesia dan Penerapannya, (Jakarta: Alumni Ahaem-Pateheam, 1996).
Sulistyowati Irianto, Perdagangan Perempuan Dalam Jaringan Pengedaran Narkotika, (Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 2005).
Jurnal
Bagus Tri Pujiantoro, “Kajian Atas Kekeliruan Penerapan Pasal Dalam Surat Dakwaan Terhadap Putusan Bebas Tindak Pidana Narkotika (Studi Putusan Nomor: 184/Pid.Sus/2019/Pn.Bta).” Jurnal Verstek Hukum Acara 7, No.2 (2021). https://doi.org/10.20961/jv.v11i4.79270
I Ketut Seregig, Gindha Ansori Wayka, and Mutiara Fitri, “Penegakan Hukum Pidana Bagi Pelaku Tindak Pidana Penyalahgunaan Jual Beli Narkotika Golongan I Bukan Tanaman Studiputusan Nomor : 199/Pid.Sus/2022/Pn.Tjk),” Unizar Law Review 5, no. 2 (2022): 255–64, https://doi.org/10.36679/ulr.v5i2.16.
Rizma Kusumawati, “Disparitas Terhadap Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Permufakatan Jahat Tindak Pidana Narkotika,” INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research 4, no. 35 (2024).
Umar Anwar, “Penjatuhan Hukuman Mati Bagi Bandar Narkoba Ditinjau dari Aspek Hak Asasi Manusia (Analisis Kasus Hukuman Mati Terpidana Kasus Bandar Narkoba; Freddy Budiman).” Jurnal Legislasi Indonesia 13, No.3 (2018). https://doi.org/10.20961/jv.v11i4.79270
Zul Khaidir Kadir, “Dari Dualisme Ke Monisme: Transformasi Konsep Mens Rea Dalam Kodifikasi KUHP Di Negara-Negara Poskolonial,” Jurnal Litigasi Amsir, 2024, 142–55, https://doi.org/10.1002/9781118517383.wbeccj378.
Internet
Indra Fikri, "Enggak Sangka Ojek Online Jadi Modus Baru Kurir Pengedaran Narkoba", Jurnal Hukum diupload pada laman URL: https://www.motorplus-online.com/read/251719790/enggak-sangka-ojek-online-jadi-modus-baru-kurit-pengedaran-narkoba pada januari 2019.
Tri Jata Ayu Pramesti. Apakah Bandar Narkotika sama dengan Pengedar https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt56cf393b411a0/apakah-bandar-narkotika-sama-dengan-pengedar-2015
Peraturan Perundang-undangan
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v8i1.3451
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Negara Pengunjung

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.










