BUDAYA HUKUM DALAM PENYALURAN KREDIT BISNIS PERBANKAN DI INDONESIA

Widya Permata Sari, Ilham Kurniawan, Elsi Kartika Sari

Sari


This study examines the crisis and transformation of legal culture within banking credit practices in Indonesia through a juridical and sociological analysis of the Supreme Court Decision No. 1102 PK/Pid.Sus/2024. Drawing on Lawrence M. Friedman’s theory of legal culture, Satjipto Rahardjo’s progressive law, and Mochtar Kusumaatmadja’s concept of law as a tool of social engineering, the study reveals a paradigm shift in the banking sector from moral-ethical legal orientation and substantive justice toward formal legality and economic pragmatism. The improper issuance of a Rp39.5 billion credit facility—later classified as a mere “business risk”—illustrates weakened compliance culture, diminished integrity, and the erosion of fiduciary responsibility within banking institutions. Findings highlight a widening gap between law in the books and law in action, inadequate internal and external supervision, and a cultural lag between rapid socio-economic changes and the development of legal values. Consequently, the law loses its moral, preventive, and corrective functions in guiding corporate behavior. This research emphasizes the urgency of reconstructing legal culture in banking through strengthening substantive justice, integrity, Good Corporate Governance, and corporate social responsibility to restore ethical, just, and sustainable legal governance in Indonesia’s banking system.

Keywords: legal culture, banking law, prudential principle, law enforcement, non-performing loans

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


A. Buku

Andika Persada Putera, Hukum Perbankan: Prinsip, Produk, dan Risiko, Scopindo Media Pustaka, Jakarta, 2020, hlm. 31.

Barda Nawawi Arief, Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Hukum Pidana, Kencana, Jakarta, hlm. 28.

Harkristuti Harkrisnowo, Transformasi Budaya Hukum di Era Digital, Jurnal Hukum & Pembangunan, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2019.

Mahfud MD, Membangun Politik Hukum, Menegakkan Konstitusi, LP3ES, Jakarta, 2010, hlm. 43.

Mochtar Kusumaatmadja, Konsep Hukum dalam Pembangunan Nasional, Alumni, Bandung, 2019, hlm. 52.

Lawrence M. Friedman, Law and Society: An Introduction, Stanford University Press, Stanford, 2020, hlm. 88.

Lawrence M. Friedman, Systems of Law and the Functions of Legal Culture, Oxford University Press, Oxford, 2017, hlm. 25.

Lawrence M. Friedman, The Legal System: A Social Science Perspective, Russell Sage Foundation, New York, 1975, hlm. 71.

Lawrence M. Friedman, Legal Culture and the Legal Profession, Routledge, London, 2023, hlm. 25.

Satjipto Rahardjo, Hukum dan Perilaku Manusia, Genta Press, Yogyakarta, 2020, hlm. 58.

Satjipto Rahardjo, Hukum Progresif: Sebuah Sintesa Hukum Indonesia, Genta Press, Yogyakarta, 2018, hlm. 62.

Satjipto Rahardjo, Hukum Progresif: Hukum yang Membebaskan, Kompas, Jakarta, 2009.

Satjipto Rahardjo, Ilmu Hukum dalam Perkembangan, Genta Publishing, Yogyakarta, 2021, hlm. 70.

Soerjono Soekanto, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, Rajawali Press, Jakarta, 1982, hlm. 52.

Zaeni Asyhadie, Hukum Bisnis: Prinsip dan Pelaksanaannya di Indonesia, Rajawali Pers, Depok, 2018, hlm. 47.

B. Jurnal dan Artikel Ilmiah

Amanda Permatasari, “Corporate Governance and Credit Risk in Indonesian Banks,” Indonesian Journal of Business Law, Vol. 7, No. 2 (2020): 122–140.

Harkristuti Harkrisnowo, “Transformasi Budaya Hukum di Era Digital,” Jurnal Hukum & Pembangunan, Vol. 49 No. 2, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2019.

Quang K. Nguyen et al., “The Impact of Risk Governance Structure on Bank Risk,” Journal of Banking & Finance, Vol. 142 (2022): 106–118.

Tarigan, E. K., Darmayanti, E., Khadafi, M., & Simatupang, B. D., “Peran Media Sosial Dalam Menegakkan Hukum Di Zaman Digital Di Indonesia,” Warta Dharmawangsa,19 (1), 2025, hlm. 188–201.

C. Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 27 ayat (1).

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, Pasal 2.

Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, Pasal 5 ayat (1).

Otoritas Jasa Keuangan, Laporan Tahunan Pengawasan Perbankan Indonesia 2023, OJK, Jakarta, 2024, hlm. 33.

D. Media Massa

Tempo.co, “Putusan PK, Konglomerat Mujianto Divonis Bebas Perkara Korupsi Kredit Macet Rp39,5 Miliar,” 19 September 2024.




DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v8i2.3515

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jumlah Kunjungan

Negara Pengunjung

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.