PERBEDAAN MASSAGE DAN KOMPRES AIR HANGAT DALAM MENURUNKAN NYERI PERSALINAN KALA 1
Sari
An essential component of labor and delivery is labor discomfort. The force of the contractions and the pressure created are what cause the first stage of discomfort. The intensity of the pain increases with the degree of abdominal distension. Unbearable pain might prevent the mother from pushing, which can prolong labor and cause fetal discomfort. The purpose of this study was to compare the effects of warm compresses and massage on first-stage labor pain.
The study employed an external comparison group, a before-and-after intervention strategy, and a quasi-experimental methodology. Forty women in the first stage of labor were selected by accidental selection from a population of sixty-five women giving delivery. Observation sheets were employed as data collecting methods, and paired and unpaired t-tests were performed for data analysis.
With a mean pain scale score of 1.5 for the massage group and 0.57 for the warm compress group in the pre-test–post-test, the findings demonstrated that massage was superior to warm compresses in lowering first-stage labor pain.
In an attempt to lessen labor pain, health professionals who assist with childbirth are expected to employ massage techniques.
Keywords : Massage, warm compress, labor Pain
Literatures : 27 (2010- 2019)
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Aprilia, Y. 2010. Hipnostetri: rileks, nyaman dan aman saat hamil & melahirkan. Jakarta: Gagas Media
Aprilia, Y. 2011. Buku sehat ibu dan anak. Tegal: Griya Hamil Sehat
Arikunto, S. 2010. Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Adi Mahastya
Bandiyah, S. 2019. Psikologi kesehatan. Jakarta: Nuha Medika
Batbual, B. 2010. Hypnosis hypnobirthing nyeri persalinan dan berbagai metode penanganannya. Yogyakarta: Goysen Publishing
Billington, M. 2010. Kegawatan dalam kehamilan-persalinan: buku saku bidan. Alih bahasa Fluriolina Ariani. Jakarta: EGC
Bobak, L. 2014. Buku ajar keperawatan maternitas. Jakarta: EGC
Brayshaw, E. 2018. Senam hamil dan nifas pedoman praktis bidan. Alih bahasa Ramona P. Kapoh. Jakarta: EGC
Chapman, V. 2016. Asuhan kebidanan persalinan dan kelahiran. Alih bahasa H. Y. Kuncara. Jakarta: EGC
Dahlan, S. 2019. Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Jakarta: Salemba Medika
Dahlan, S. 2010. Langkah – langkah membuat proposal penelitian bidang kedokteran dan kesehatan. Jakarta: Salemba Medika
Danuatmaja, B. 2018. Persalinan normal tanpa rasa sakit. Jakarta: Puspa Suara
Hidayat, A. 2010. Metode penelitian kebidanan teknik analisa data. Jakarta: Salemba Medika
Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Prawirohardjo, S. 2010. Ilmu kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Rohani, S. 2011. Asuhan kebidanan pada masa persalinan. Jakarta; Salemba Medika
Rugayah. 2011. Panduan relaksasi. Tegal: Griya Hamil Sehat
Santjaka, A. 2010. Bio statistik. Purwokerto Timur: Global Internusa
Sari, E. 2010. Pengaruh penggunaan kompres hangat dalam pengurangan nyeri persalinan kala I fase aktif di klinik Hj. Hamidah Nasution Medan tahun 2010
Siswosuharjo. 2011. Panduan super lengkap hamil sehat. Jakarta: Penebar Plus
Sears, W. 2011. Panduan mempersiapkan kelahiran, semua hal yang perlu diketahui untuk menjalani kelahiran kelahiran yang aman dan memuaskan. Jakarta: Lentera Hati
Sokhiyatun. 2017. Hubungan antara pemberian masase pada persalinan normal terhadap kejadian rasa nyeri kala I di RSIA kumala pecangaan jepara
Stoppard, M. 2019. Buku panduan lengkap kehamilan dan persalinan modern. Yogyakarta: Media Abadi
Sumarah, et. al. 2019. Perawatan ibu bersalin. Yogyakarta: Fitramaya
Tamsuri, A. 2017. Konsep dan penetalaksanaan nyeri. Jakarta: EGC
Thomson, J. 2018. Kehamilan dari pembuahan hingga kelahiran. Alih bahasa Ayu Diah Pitaloka. Jakarta: Dian Rakyat
Varney, et. al. 2018. Ilmu kebidanan. Jakarta; Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v8i2.3535
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Negara Pengunjung

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.










