PENYEBAB PEMILIK CAFE MEMBUKA USAHA DI LOKASI RAWAN BENCANA ALAM DI KELURAHAN BUKIT GADO-GADO

Fadilah Hasan, Afrizal Afrizal, Juli Hendrita

Sari


Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam. Letak wilayah di sekitar garis khatulistiwa dengan iklim tropis dan curah hujan tinggi menjadikan daerah tersebut rentan terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. Meskipun demikian, aktivitas ekonomi masyarakat terus berkembang, termasuk di daerah-daerah yang rawan bencana alam. Salah satu bentuk usaha masyarakat yang sedang tren saat ini adalah cafe, resto, dan coffee shop. Kawasan Bukit Gado-Gado memiliki panorama pantai menawan sekaligus berada di lereng bukit dengan aksesibilitas yang bagus dan pengujung yang ramai menjadikan kawasan ini diperuntukan untuk kawasan wisata. Dengan kesenjangan fungsi kawasan sebagai wisata dan resiko bahaya bencana menjadikan penelitian ini menarik untuk diteliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan lokasi penelitian di kelurahan Bukit Gado-Gado yaitu jalan menuju kawasan wisata Pantai Air Manis, Kecamatan Padang Selatan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, pengumpulan dokumen. Serta, teknik analisis data dengan cara kodifikasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pemilik cafe melihat lokasi lereng bukit sebagai ruang yang memiliki nilai estetika, ekonomi, dan simbolis. Sehingga banyak masyarakat sebagai pelaku usaha membangun cafe di kawasan rawan bencana karena strategis secara ekonomi. Kepemilikan lahan di kawasan Bukit Gado-Gado secara regulasi adalah milik negara tetapi tanah tersebut telah ditempati oleh masyarakat secara turun temurun dari zaman kolonial Belanda, sehingga tanah dan bangunan tidak memiliki izin bangunan. Namun, masyarakat lebih tertetik mengurus izin usaha karena pengurusannya yang cepat dan efisien tanpa memerlukan waktu lama. 

Kata Kunci : Rawan Bencana, Izin Usaha, Bukit Gado-Gado


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Afrizal. (2014). Metode Penelitian Kualitatif: Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif Dalam Berbagai Disiplin Ilmu (1 ed., Vol. 4). Rajawali Pers.

Agrawal, N. (2018). Defining natural hazards – Large scale hazards. Dalam Natural hazards and disaster management (hlm. 15–34). Springer.

Alvarez, S. A., Afuah, A., & Gibson, C. (2018). Rethinking opportunity and uncertainty: The role of entrepreneurial agency. Academy of Management Review, 43(1), 1–14. https://doi.org/10.5465/amr.2015.0223

Damajani, D. R. R. (2008). Vernakularisme, Informalitas, dan Urbanisme: Café sebagai Ekspresi Gaya Hidup Kontemporer . 2.

DPMPTSP. (2019). Laporan Akhir: Penyusunan Kajian Studi Kelayakan Potensi Investasi (Laporan akhir). Pemerintah Kota Padang, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Fauzi, A., Punia, I. N., & Kamajaya, G. (2017). Budaya Nongkrong Anak Muda Di Kafe (Tinjauan Gaya Hidup Anak Muda Di Kota Denpasar).

Gani, A., Kemala, Z., & Sukriadi, E. H. (2024). Pengembangan Tebing Keraton Sebagai Daya Tarik Wisata Alam di Kota Bandung. Jurnal Manajemen dan Pariwisata, 3(1).

Gumulya, D., & Helmi, I. S. (2017). Kajian Budaya Minum Kopi Indonesia. 13.

Indeks Resiko Bencana Indonesia . (2018).

Khan, H., Vasilescu, L. G., & Khan, A. (2008). Disaster management cycle – A theoretical approach. Management & Marketing Journal, 6(1), 43–50.

Padek Jawa Pos. (2024). Puncak Bukit Gado-Gado ramai dikunjungi, bisa jadi destinasi wisata. Padek Jawa Pos. https://padek.jawapos.com/pariwisata/2363737509/puncak-bukit-gadogado-ramai-dikunjungi-bisa-jadi-destinasi-wisata

Parmar, B. L., Freeman, R. E., Harrison, J. S., Wicks, A. C., Purnell, L., & de Colle, S. (2010). Stakeholder theory: The state of the art. The Academy of Management Annals, 4(1), 403–445. https://doi.org/10.1080/19416520.2010.495581

Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah. Kementerian Sekretariat Negara RI.

Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36/M-DAG/PER/9/2007. (2007).

Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. (2005). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 83.

Puspa, R., & Hardiyanti, N. Y. (2021). Coffee Culture di Indonesia : Pola Konsumsi Konsumen Pengunjung Kafe, Kedai Kopi dan Warung Kopi di Gresik. Jurnal Media dan Komunikasi. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:238051276

Putera, R. E., Valentina, T. R., & Rosa, S. A. S. (2020). Implementasi Kebijakan Penataan Ruang Berbasis Mitigasi Bencana sebagai Upaya Pengurangan Risiko Bencana di Kota Padang. Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), 9(2), 155–167. https://doi.org/10.31314/pjia.9.2.155-167.2020

Sadillah, A., & Putri, D. R. (2023). Pertumbuhan Usaha Kafe di Daerah Rawan Bencana: Analisis Kemenkop UKM. Jurnal Kewirausahaan dan Usaha Kecil Menengah, 12(2), 45–58.

Safwan, M., Taher, I., Asnan, G., & Syafrizal. (1987). Sejarah Kota Padang. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional.

Scannell, L., & Gifford, R. (2010). Defining place attachment: A tripartite organizing framework. Journal of Environmental Psychology, 30(1), 1–10.

Siswati, S., Kasra, K., Firdaus, F., & Marta, R. (2019). Gerakan masyarakat sehat: Laporan pengabdian kepada masyarakat.

Sofyan, Y. (2020). Kerentanan Indonesia terhadap Bencana Alam: Analisis Geologi dan Tata Ruang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Undang-undang (UU) Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Legislation 24 (2007). https://bpbd.jatengprov.go.id/main/uu-no-24-tahun-2007-tentang-penanggulangan-bencana/

Usiono, Utami, T., Nasution, F., & Nanda, M. (2018). Disaster Management: Perspektif Kesehatan dan Kemanusiaan. Perdana Publishing.

Zuriati, & Adila, I. (2001). Pergeseran Makna Dalam Pengindonesiaan Nama Daerah: Studi Asal-Usul Nama-Nama Daerah Di Sumatra Barat. Jurnal Puitika, 57–67.




DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v8i2.3698

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jumlah Kunjungan

Negara Pengunjung

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.