PERAN BIMBINGAN KONSELING TERHADAP BAKAT DAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Rahmi Septia Sari, Neviyarni Suhaili, Mudjiran Mudjiran, Herman Nirwana

Sari


Belajar diperlukan bagi setiap orang atau individu, karena dengan belajar seseorang akan memperoleh pengetahuan dan menimbulkan perubahan tingkah laku, dengan belajar seorang anak akan melakukan penyesuaian-penyesuaian yang memerlukan motivasi dan bakat yang dimiliki. Suatu keahlian merupakan kepandaian yang telah ada dalam diri individu yang dapat dikembangkan melalui motivasi yang berasal dari respon lingkungan yang baik. Ketika peserta didik memiliki kompetensi yang didapat dari kemauannya maka peserta didik dapat menyelesaikan latihan yang diberikan dengan benar dalam kegiatan pembelajaran, sehingga peserta didik lebih gampang untuk mencapainya.dalam hal ini motivasi memiliki peran penting untuk mencapai tujuan dengan jalan mempengaruhi peserta didik untuk berusaha untuk mencapai tujuan dalam bentuk tindakan dan tingkah laku sesuai dengan kemampuannya. Bimbingan konseling ikut berperan dalam pengembangan kemamuan peserta didik sebagai motivasi yang mendorong peserta didik untuk mengembangkan bakat tersebut. Bimbingan guru terlihat sangat berpengaruh bagi kelancaran proses pembelajaran. Dalam pembelajaran perilaku guru sangat mempengaruhi motivasi belajar siswa, sehingga terjadi interaksi dukungan sosial berupa pemberian informasi, perhatian emosional yang membantu siswa mengatasi masalah yang menghambat motivasinya untuk mengembangkan bakat yang sudah ada pada dirinya. Bimbingan konseling yang diberikan oleh guru BK juga membantu mereka untuk dapat mengembalikan kepercayaan dirinya dalam belajar.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arifin , Zainal . 2012. Evaluasi Pembelajaran . Bandung:PT Pemuda Rosdakarya .

A Tabrani 1989. PendekatanBelajar Mengajar, Remadja Karya , Bandung.

Boud , D., Cohen, R., dan Sampson, J. (2001) Peer learning di pendidikan tinggi: Belajar dari dan dengan satu sama lain. London: Kogan Tekan

Djamarah, 2002. Psikologi Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta .

Mulyasana , Dedi.2012 . Pendidikan yang Berkualitas dan Berdaya Saing . Bandung: PT. Pemuda Rosdakarya .

Munandar , Utami . (1999). Kreativitas dan Bakat (strategi untuk mewujudkan potensi dan bakat kreatif). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama .

Rothbart , MK & Bates, JE (1998). Perangai. Dalam W. Damon (Ed.), Handbook of Child Psychology ( edisi ke- 5 . , Vol.3 ). New York : wiley

Santrock , John, W. (2009). Psikologi Pendidikan ( Ed.4 ) . New York. Bukit McGraw. membanting . (1991). Belajar dan Faktor yang Mempengaruhi Ini . Jakarta: Bumi Literasi.

Sardiman . 2007 . Interaksi Belajar Mengajar dan Motivasi . Jakarta: Rajawali Press .

Siregar , Eveline dan Nara, Hartini.2011. Belajar dan Belajar Teori . Bogor: Ghalia Indonesia.

Sidjabat . BS 2000. Menjadi Guru Profesional : Perspektif Kristen, Bandung: Kalam Life.

Suyanto , Asep Jihad. 2013. Menjadi Guru Profesional: Strategi Meningkatkan Kualifikasi dan Kualitas di Era Globalisasi . Jakarta: Esensi

UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Winkel , . Pengajaran Psikologi, Jakarta: Gramedia , 1996

Wijaya , Cece dan Tabrani Rusyan . 1991. Kemampuan Dasar Guru dalam Mengajar dan Belajar Proses . Bandung : Pemuda Rosda Karya .




DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v3i4.801

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jumlah Kunjungan

Negara Pengunjung

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.