ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH B3 DARI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS SUNGAI SIRIH KECAMATAN SINGINGI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

Hayana Hayana, Nila Puspita, Feri Razali

Sari


In Indonesia, the increase in health waste is around 70-90%, along with the increase in health service centers in Indonesia. This B3 waste comes from health agencies which are considered dangerous and can cause various types of health impacts. The production of solid medical waste from health services nationally in Indonesia is estimated at 376,089 tons/day. Kuantan Singingi Regency is in accordance with the guidelines for the Decree of the Minister of the Environment. The purpose of this research is to analyze the management of B3 waste at Sungai Sirih Community Health Center, Singingi District. This type of research is a qualitative survey, namely the method of interviews and field observations. The research subjects also involved in the management of B3 waste at Sungai Sirih Health Center, Singingi District, Kuantan Singingi Regency, namely, the Head of the Sungai Sirih Health Center, Singingi District, Kuantan Singingi Regency. Based on the results of research at the Sungai Sirih Health Center, Singingi District, Kuantan Singingi Regency in 2019, it was found that human resources in the B3 waste management process did not have a Standard Operating Procedure (SOP) at work and the facilities and infrastructure used were also inadequate and incomplete and there were no funds. or puskesmas budget in the process of B3 waste management at Sungai Sirih Health Center, so that the sorting process, collection process, storage process, transportation process, and landfill or burial process have not been carried out according to health requirements according to LHK Regulation No. 56 of 2015 concerning Procedures and Technical Requirements for the Management of Hazardous and Toxic Waste from Health Service Facilities.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


A, Pruss. 2005. Pengelolaan Limbah Layanan Kesehatan. Jakarta ; Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Adisasmito, W. 2007. Sistem Kesehatan. Jakarta; PT. Raja Grafindo Persada.

Asmadi. 2008. Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta ; Salemba Medika.

Depertemen Kesehatan Republik Indonesia. 2015. Peraturan Pemerintahan RI. No. 18. Tahun 1999 tentang Bahan Berbahaya Beracun. Jakarta ; DEPKES RI.

Depertemen Kesehatan RI. 2009. Pedoman Pelayanan Kesehatan Puskesmas. Jakarta : Direktorat Jendral Kesehatan Medis

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 56 tahun 2015 Tentang Pedoman Umum Pengawasan Penataan Lingkungan Hidup Bagi Pejabat Pengawas.

Malayadi, A. F. (2017). Karakteristik dan Sistem Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Laboratorium Universitas Hasanuddin Kota Makassar.

Manila, R. L. (n.d.). Evaluasi Sistem Pengelolaan Limbah Medis Puskesmas di Wilayah Kabupaten Bantul. 587–594.

Mayonetta, G. (2016). Evaluasi Pengelolaan Limbah Padat B3 Fasilitas. 5(2), 227–232.

Menteri Lingkungan Hidup. (2000). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor :P.56/Menlhk-Setjen/2015 Tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan. Journal of Visual Languages & Computing, 11(3), 287–301.

Notoatmodjo, S. 2011. Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi 4 ; Jakarta Rineka Cipta.

Odi, Pinontoan. Dkk. 2018. Sistem Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Puskesmas Tobelo Kota Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Jurnal KESMAS vol 07/05. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi.

Pertiwi, V. (2017). Evaluasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. 5.

Paramita. 2005. Persepsi Pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Terhadap Penilaian Prestasi Kerja. JMPK. Vol 08 No. 1 Maret, h. 33-39.

Peraturan Pemerintah nomor 101 tahun 2004 tentang Pengolalaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Pertiwi, Vinidia. Dkk. 2017. Evaluasi Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dirumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol.05/03. Fakulas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponogoro Semarang.

Purwanti, A. A. (2015). Pengelolaan Limbah Padat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Rumah Sakit di Rsud Dr.Soetomo Surabaya.

Rachmawati, S. (2018). Analisis Manajemen Pengelolaan Limbah Padat Medis B3 di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret Surakarta. 31–36.

Rahno, D., Roebijoso, J., & Leksono, A. S. (2015). Pengelolaan Limbah Medis Padat Di Puskesmas Borong Kabupaten Manggarai Timur Propinsi Nusa

Tenggara Timur. 6(1), 22–32.

Sumisih. (2010). Sudi Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.

WHO. 2004. AIDE-MEMOIRE For A Strategy

To Protect Health Workers From Infection With Bloodborne Viruses. Switzerland; World Health Organitation.

Zuhriyani. (2019). Analisis Pengelolaan Limbah Medis Pada Berkelanjutan di Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi. 1(1), 40–52.




DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v3i5.964

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jumlah Kunjungan

Negara Pengunjung

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.