ANALISIS YURIDIS MENGENAI AKIBAT HUKUM TERHADAP PERUSAHAAN PAILIT YANG TIDAK MELAKUKAN JAMINAN BELI KEMBALI DALAM HUKUM BISNIS
Sari
This research aims to analyze the legal position of bankrupt companies that do not provide buy-back guarantees as preferred creditors and examine the legal consequences that arise in bankruptcy practice. The background of this research is that company bankruptcy causes fundamental changes to the legal position of companies and even workers/laborers, from subjects of employment relations to creditors in the bankruptcy process. In the Indonesian legal system, companies are recognized as preferred creditors who have priority rights to payment of wages and other normative rights because wages are alimentary and are the main source of livelihood for workers and their families. This research uses a descriptive qualitative method with a library research approach, namely by reviewing various classical and contemporary literature related to the concept of the Company in business law. Data sources were obtained from the Civil Code, laws (especially the Company Law (UU No. 1 of 1995) and the Bankruptcy Law), as well as scientific journals. The research results show that harmonization of regulations and strengthening of protection mechanisms is needed to ensure the fulfillment of the principles of legal certainty and social justice in business law. The conclusion of this research confirms that the application of legal certainty in company law is the key to achieving balance and success.
Keywords: Company, Bancrupt and Buyback
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Abdurrahman, A. (1991). Hukum Kepailitan di Indonesia. PT. Citra Aditya Bakti
Ayuda, (2024). Dalam Jurnal Hukum (Perlindungan Pekerja akibat PHK)
Badrulzaman, MD. (1999). Jaminan-jaminan untuk Pemberian Kredit menurut Hukum Indonesia, PT. Citra Aditya Bakti:Bandung
Citra, Helfira. (2020). Pengaruh Kepercayaan Konsumen dalam Pelaksanaan Perjanjian Pengadaan Perumahan. Jurnal Ensiklopedia Social Review, Vol. 2 No. 2
Djulaeka, (2020). Metode Penelitian Hukum, Scopindo Media Pustaka:Surabaya
Fred, B. G. (2001). Kepailitan dan Perlindungan Hukum. Alumni
Fauzan, (2006). Teori Keadilan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Ginting, E. R. (2018). Kepailitan dan Perlindungan Hak-hak Pekerja. Prenada Media
Hutagalung, SM. (2022). Praktik Peradilan Perdata, Kepailitan dan Alternatif Senyelesaian Sengketa, Sinar Grafika:Jakarta
Jurnal Hukum, (2025). Politik dan Ilmu Sosial - Volume 4, Nomor 3
Jono. (2008). Hukum kepailitan Indonesia:Keadilan dalam Hukum kepailitan, Sinar Grafika
Kusumadewi, D.P. (2024), Peranan Kurator dalam Permasalahan Kepailitan, Jurnal Hukum Statuta
Mantili, R. (2020). Perlindungan Kurator Konkuren dalam Hukum Kepailitan dalam Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Nindyo, (2017). Hukum Kepailitan dan Keadilan Pancasila, Yogyakarta
Pandjaitan, (2018). Kedudukan Hak Istimewa Personal Guarantor (Penjamin Pribadi) dalam Perkara Kepailitan Perseroan Terbatas. Universitas Sumatera Utara
Peter mahmud. (2005). Hukum kepailitan. Pustaka Utama Grafity:Jakarta
Purwosujipto, (2002), Pokok-pokok Hukum Dagang (Kepailitan dan Penundaan Pembayaran), Djambatan
Rachmadi Usman, (2011), Hukum Jaminan Keperdataan, Sinar Grafika, Jakarta, hlm. 66
Rahayu, (2025). Kepailitan da Hak-hak Karyawan. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Vol. 3 No. 4
Remy, SS, (2009). Hukum Kepailitan. Pustaka Utama Grafity, Jakarta
Sari, A. P. P., & Fauzi, E. (2025). Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Pada Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
Suharnoko, (2004), Hukum Perjanjian. Teori dan Analaisa Kasus Cet. 2, Prenada Media, Jakarta, hlm. 23
Sutan Remy Sjahdeini, (2004). Hukum Kepailitan
Susanto, (2013). Bisnis dan Perlindungan Konsumen
Tami, (2019). Hukum Kepailitan di Indonesia, Universitas Bandar Lampung
Wijayanta, (2014). Implementasi Pengaturan Pengacara Negara dalam Kepailitan . Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum
DOI: https://doi.org/10.33559/err.v5i3.3836
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Anda Pengunjung Ke-



