KAMPANYE KANDIDAT DALAM PEREBUTAN KURSI LEGISLATIF DPR ACEH PERIODE 2019-2024

M. Nur, Emeraldy Chatra, Sarmiati Sarmiati

Sari


Komunikasi politik adalah suatu proses komunikasi yang dilakukan dengan tujuan politik. Dari 34 provinsi ada satu provinsi yang berbeda, yakni Provinsi Nanggro Aceh Darussalam. Di provinsi ini partai politik dapat diklasifikasikan ke dalam dua bentuk, partai politik nasional dan partai khusus NAD. Perbedaan inilah yang menjadikan penelitian ini menarik untuk dilakukan di Aceh. Meski memiliki perbedaan dibanding provinsi lain, hak kedua bentuk partai politik tersebut tidak berbeda. Kontestasi politik lewat kampanye mengharuskan caleg (politisi) mampu memperlihatkan pemakaian bahasa yang menarik selama periode kampanye dilangsungkan. Wujud dari pemakaian bahasa terlihat dalam cara politisi berkomunikasi dengan masyarakat untuk kepentingan kampanye. Penelitian ini melihat kemampuan politisi dalam berkomunikasi pada kegiatan kampanye. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep dan praktik komunikasi kampanye yang dilakukan oleh kandidat calon legislatif dalam perebutan kursi legislatif DPR Aceh periode 2019-2024. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: Komunikator, saluran/media dan pesan dalam komunikasi kampanye perebutan kursi legislatif DPR Aceh periode 2019-2024. Pada kampanye kandidat dalam perebutan kursi legislator Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh terlihat jelas bahwa kandidat menentukan komunikator, saluran dan pesan secara berhubungan. Perbedaan hanya terletak pada penyusunan pesan menyesuaikan terhadap pemilihan saluran, atau pemilihan saluran yang menyesuaikan dengan penyusunan pesan.  Populasi target dan kelompok penerima dan efek yang dicapai dalam komunikasi kampanye perebutan kursi legislatif DPR Aceh periode 2019-2024. Pada kampanye kandidat dalam perebutan kursi legislator DPRA populasi target-kelompok penerima dan efek yang ingin dicapai ditentukan dalam bentuk; Pertama, ditentukan secara bertahap mulai dari kelompok yang lebih kecil kepada kelompok yang lebih luas; Kedua, tidak ditentukan berdasarkan apa-apa, melainkan hanya disamaratakan kepada semua calon pemilih yang ada di daerah pemilihan. Persaingan komunikasi dalam kampanye perebutan kursi legislatif DPR Aceh periode 2019-2024.  Pada kampanye kandidat dalam perebutan kursi legislator DPRA persaingan komunikasi nyata ada nya. Kandidat mengalami itu dengan bentuk yang berbeda, dan kandidat juga sudah menyiapkan solusi atau persaingan komunikasi yang terjadi.

Kata Kunci: Kampanye, Kandidat, Kursi Legislatif, DPR Aceh, Periode 2019-2024


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Achmad, dkk. (2007). Konsep Dasar Dalam Komunikasi di Masyarakat. Jakarta. Grasindo Utama.

Cangara. (2012). Pengantar Imu Komunikasi. Jakarta: PT. Raja Graffindo. Persada.

Effendy. 2003. Ilmu, teori dan filsafat komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti

Harun, Rochajat dan Sumarno, 2006. Komunikasi Politik sebagai Suatu Pengantar.Bandung: Cv.Mandar Maju

Larson,U, Charles, 1992, Komunikasi Iklan sebagai media kampanye. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara

Lili Weri, Alo. 2011. Komunikasi Serba Ada Serba Makna. Cetakan pertama. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

McQuail, Dennis. 1987. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Erlangga.

McQuail, Dennis and Steve Windahl. 1993. Communication Models: For The Study of Mass Communication. 2 nd Edition. New York: Longman Inc.

Moleong, Lexy J, 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Rosdakarya: Bandung.

Mufid, Muhamad. 2012. Etika dan Filsafat Komunikasi. Jakarta : Kencana.Mulyana, Deddy. 2005. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Nakayama, Thomas K. & Halualani, Rona Tamiko (2010). The Handbook of Critical Intercultural Communication. Malden: Blackwell Publising.

Notoatmodjo. 2012. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta

Pfau & Parrot. (1993). Persuasive Communication Campaign. Canada: Pearson Education.

Rakhmat, Jalaluddin, (2006) Komunikasi Politik. Komunikator, pesan dan Media. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Riyanto, Y. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: Penerbit SIC.

Ruslan, R. (2008). Manajemen public relations & media komunikasi: Konsepsi dan aplikasi.

Sunggono, B., & Munawwir, I. (1992). Partai politik dalam kerangka pembangunan politik di Indonesia. Bina Ilmu.

Venus, Antar, Manajemen Kampanye Panduan Teoretis dan Praktis dalam Mengefektifkan Kampanye Komunikasi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009.

William B. Gudykunst & Bella Mody. Handbook of International and Intercultural Communication. 2nd Ed. Sage Publications. California

Jurnal

Creswell, J. W., & Tashakkori, A. (2007). Differing perspectives on mixed methods research. Journal of mixed methods research, 1(4), 303-308.

Denzin, N. K. (2010). Moments, mixed methods, and paradigm dialogs. Qualitative inquiry, 16(6), 419-427.

Jaya, W., Cangara, H., & Hasrullah, H. (2015). Keberhasilan dan Kegagalan Strategi Komunikasi Kampanye Para Kandidat dalam Perebutan Kursi Legislatif Dprd Kabupaten Barru Periode 2014-2019. KAREBA: Jurnal Ilmu Komunikasi, 239-256.

Utomo, P. G. (2009). Komunikasi politik calon legislatif dalam pemilihan umum anggota DPRD kota (studi strategi kampanye calon legislatif partai berideologi nasionalis dan islam periode kampanye bulan maret pada pemilihan umum anggota DPRD kota Blitar tahun 2009) (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University)).




DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v4i2.1057

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jumlah Kunjungan

Negara Pengunjung

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.