HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF, ASUPAN MAKRO, ASUPAN MIKRO DAN PENYAKIT INFEKSI PADA BALITA DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANAK AIR TAHUN 2021
Sari
Stunting is a nutritional status that indicates a lack of intake, chronic and recurrent infectious diseases and is characterized by TB/U below (<-2SD) standard deviation according to the World Health Organization (WHO) 2005. The results of the survey on stunting in children under five, the Padang City Health Office in 2018 and 2019 it is known that the highest prevalence of stunting at the Air Children's Health Center was around 33.33% to 23.51%. This study aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding, macro intake, micro intake, and infectious diseases in toddlers with the incidence of stunting in the work area of the Water Children Health Center in 2021.
This type of research is an analytic survey with a cross sectional approach. The research was conducted in the working area of the Anak Air Health Center which was held in June-July 2021 with a total sample of 77 respondents. Sampling was done by Simple Random Sampling. The dependent variable of the study was the incidence of stunting with a microtoise/stature meter, while the independent variables were exclusive breastfeeding using a questionnaire, energy intake, protein intake, zinc intake, iron intake using the SQ-FFQ form and infectious diseases using a questionnaire. Data analysis using Chi-Square test on SPSS version 26 program.
The results showed that there was a significant relationship between exclusive breastfeeding (p= 0.004), energy intake (p= 0.000), protein intake (p= 0.003), zinc intake (p= 0.013), iron intake (p= 0.011). and infectious diseases (p= 0.029) with stunting in children under five in the Padang City Water Health Center in 2021.
The research suggests the active role of the government, especially health workers, to tackle stunting in children under five. In addition, it is hoped that parents can pay attention to their child's nutritional intake so that the child's nutritional adequacy is fulfilled and can prevent stunting.
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Almatsier, S. 2002.Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Almatsier, S. 2005. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Almatsier S, Soetardjo S, Soekarti, M. Gizi Seimbang dalam Daur Kehidupan. Jakarta: Gramedia; 2011.
Anita, S., Rindani, T. C., & Monica, M. A. (2020). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 1-5 Tahun. Health Sciences Journal, 4(1), 142. https://doi.org/10.24269/hsj.v4i1.409
Astutik, M. Rahfiludin, Z. & Aruben, R. (2018). Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Balita Usia 24-59 Bulan. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 6 (1:2356-3346).
Ayuningtyas., Simbolon, D., & Rizal, A. (2018). Asupan Zat Gizi Makro dan Mikro terhadap Kejadian Stunting pada Balita. 9 (November), 444–449.
Damayanti RA, Muniroh L, Farapti. 2016. Perbedaan Tingkat Kecukupan Zat Gizi dan Riwayat Pemberian AS. Media Gizi Indonesia, Vol. 11, No. 1 Januari–Juni: hlm. 61–69.
Dewi, E. K., & Nindya, T. S. (2017). Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Besi Dan Seng Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 6-23 Bulan. Amerta Nutrition, 1(4), 361. https://doi.org/10.20473/amnt.v1i4.7137
Efendhi A. Hubungan kejadian stunting dengan frekuensi penyakit ISPA dan diare pada balita usia 12-48 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gilingan Surakarta (skripsi). Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2015.
Indrawati, S., & Warsiti. (2016). Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak usia 2-3 tahun di Desa Karangrejek Wonosari Gunungkidul.
Kartikawati P. (2016). Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunted Growth Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Arjasa Kabupaten Jember. Skripsi. Universitas Jember. Jember
Kementerian Kesehatan RI. (2019). Laporan Pelaksanaan Integrasi Susenas Maret 2019 dan SSGBI Tahun 2019. 69. https://stunting.go.id/?smd_process_download=1&download_id=5219
Langi, G. K .L., V. T. Harikedua, R. B. Purba dan J. I. Pelanginang. 2019. Asupan Zat Gizi dan Tingkat Pendapatan Keluarga terhadap Kejadian Stunting pada Anak Usia 3-5 Tahun. GIZIDO.11 (2): 51-54.
Lestari, Erika Fitria, and Luluk Khusnul Dwihestie. 2020. “ASI Eksklusif Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita” 10 (2): 1–8.http://journal.stikeskendal.ac.id
Locitasari, Y. (2015). Perbedaan Pertumbuhan Bayi Usia 0-6 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dengan yang Diberi Susu Formula di Kecamatan Ngawi. Skripsi.
Maesarah., D. Adam, H. Hatta, L. Djafar dan I. Ka’aba. 2021. Hubungan Pola Makan dan Riwayat ASI Ekslusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kabupaten Gorontalo. Public Health Nutrition Journal.1 (1): 50-58.
Melani Sibrani. (2019). Hubungan Asupan Zinc Dan Zat Besi Dengan Kejadian Stunting Di Sd Negeri 054901 Sidomulyo Stabat Kabupaten Langkat. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. http://repository.itspku.ac.id/25/
Mufdlilah. (2017). Buku Pedoman Pemberdayaan Ibu Menyusui pada Program ASI Eksklusif. Yogyakarta.
Nova, M, dan Afriyanti, O. 2018. Hubungan berat badan, asi eksklusif, mp-asi dan asupan Energi dengan stunting pada balita usia 24–59 bulan Di puskesmas lubuk buaya.Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal) Volume 5 Nomor 1 Tahun 2018
Permadi, Rizal M, Diffah Hanim, Kusnandar, dan D. I. (2017). RISIKO INISIASI MENYUSU DINI DAN PRAKTEK ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK 6-24 BULAN ( EARLY BREASTFEEDING INITIATION AND EXCLUSIVE BREASTFEEDING AS RISK FACTORS O ... August. https://doi.org/10.22435/pgm.v39i1.5965.9-14
Rahayu, L.S, 2012. Hubungan pengetahuan ibu dengan perubahan status gizi usia 0-23 bulan di Puskesmas Depok Raya. Universitas Muhammadiayh: Jakarta
Setiawan, E., R. Machmud dan Masrul. 2018. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018. Artikel Penelitian.7 (2): 275-284.
Sumardilah, D.S. dan Rahmadi, A. (2019). Risiko Stunting Anak Baduta (7-24 bulan). Jurnal Kesehatan. 10 (1:93-104).
Sundari, E. dan N. (2016). Hubungan Asupan Protein, Seng, Zat Besi, Dan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Z-Score TB/U Pada Balita. Jurnal of Nutrition College, 5(4681), 520–529. https://doi.org/10.1038/184156a0
Tatar. 2009. Hubungan Seng Plasma Dengan Status Gizi. Jurnal Departemen Gizi, Volume 16 Nomor 5 Tahun 2009.
Teja, M. (2019). Stunting Balita Indonesia Dan Penanggulangannya. Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, XI(22), 13–18.
Yuliana., Y. Hepelita, K. R. Iwa dan P. K. Senudin. 2021. Deteksi Dini Resiko Stunting sebagai Upaya Pencegahan Melalui Riwayat Pemberian ASI Ekslusif dan Berat Badan Lahir Rendah. Jurnal Keperawatan.13 (3): 637-642.
DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v5i1.1334
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Negara Pengunjung

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.










