HUBUNGAN STATUS IMUNISASI DAN SIKAP RESPONSIVE FEEDING TERHADAP KEJADIAN STUNTING

Zuhrotunida Zuhrotunida, Nour Sriyanah, Meinita Wulansari, Supriyatni Kartadarma, Ririn Indriani

Sari


Stunting in toddlers needs special attention because it can cause inhibition of physical growth, mental development and health status in children. Based on data on the distribution of stunting in the Pekanbaru City District area, it is known that the Limapuluh Community Health Center area has one of the largest numbers of stunting incidents, namely 50 toddlers out of 1,642 toddlers measured.This study aims to determine the determinants of stunting in toddlers in the working area of the Limapuluh Health Center, Pekanbaru City. This study used a quantitative analytic research design with a cross sectional study design. The sampling technique in this study was random sampling, so that the sample in this study was 94 respondents. The measuring tool used was a questionnaire and data analysis used the chi square test. The results of the univariate analysis showed that the immunization history description was mostly complete (51.1%), the status of exclusive breastfeeding was not given (73.4%), then the mother's responsiveness to feeding was in the less category (47.9%). This is consistent with the large number of stunting incidents (67%). The results of the bivariate analysis found that there was a relationship between the completeness of immunization under five and the attitude of responsive feeding of the mother and the incidence of stunting (p-value = 0.000). This study provides suggestions for health workers to make efforts to improve health services through socialization or counseling on the importance of immunization completeness, the process of providing breast milk and food to toddlers in reducing the incidence of stunting.

Keywords: Exclusive Breastfeeding, Immunization, Responsive feeding attitude, Stunting Incidents


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agustina, R., Rahman, N., & Hermiyanty. (2018). Faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 12 – 59 bulan di wilayah Tmabang Poboya, Kota Palu. Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan. 2(2), 59-62.

Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan (The factors affecting stunting on toddlers in rural and urban areas). E-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3(1), 163–170.

Arifin, J, et al. (2015). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Bidan Desa dalam Pelaksanaan Program Asi Eksklusif di Kabupaten Kebumen. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. 3(2), 41-49.

Arikunto. (2015). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Budiman, R.A. (2013. Kapita ndones kuesioner: pengetahuan dan sikap dalam penelitian kesehatan. Jakarta: Salemba Medika

Bungin, B. (2013). Metodologi Penelitian Sosial & Ekonomi. Jakarta: Kencana

Cicih, L. H. M. (2016). Pengaruh perilaku ibu terhadap status kesehatan anak baduta di Provinsi Jawa Tengah. Sari Pediatri, 13(1), 41-8.

Daniels, L.A. (2019). Feeding practices and parenting: A pathway to child health and family happiness. Annals of Nutrition and Metabolism, 74(2), pp. 29–42.

Firdausia, S. (2022). Hubungan pengetahuan, riwayat ASI eksklusif, dan sikap responsive feeding terhadap status gizi batita di wilayah Puskesmas Ceper Klaten.

Hasikin, S. N., Herlina, H., & Erwin, E. (2023). Hubungan self awareness dengan motivasi ibu dalam melakukan imunisasi dasar. Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 1(1), 01-13.

Hastono, S, P. (2020). Analisa Data Pada Bidang Kesehatan. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa

Hurlock, E. B. (2013). Perkembangan anak (M. Tjandra). Erlangga.

Jannah, M., Kamsani, S. R., & Ariffin, N. M. (2021). Perkembangan usia dewasa: tugas dan hambatan pada korban konflik pasca damai. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak, 7(2), 114-143.

Jezua, E. M., Silitonga, H. T. H., & Rambung, E. (2021). ASI eksklusif, status imunisasi, dan kejadian stunting di ndonesia : studi literatur. Prominentia Medical Journal, 2(1), 17–26. https://doi.org/10.37715/pmj.v2i1.2259

Kemenkes RI. (2014). Situasi Dan Analisis ASI Eksklusif. Millennium Challenge Account. Vol. 12(21), pp. 1–2.

Kemenkes RI. (2018b). Situasi Balita Pendek (Stunting) Di Indonesia. In Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 53). https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Kemenkes RI. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Standar Antrhopometri Anak.

KEMENKES. (2015). Buku Ajar Imunisasi. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, diakses dalam https://www.kemkes.go.id/article/view/19093000001/penyakit-jantung- penyebab-kematian-terbanyak-ke-2-di-indonesia.html

Kemenkes. (2018). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Jakarta: PUSDATIN Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi Pada Masa Pandemi Covid-19. In Covid-19 Kemenkes (p. 47). https://covid19.kemkes.go.id/protokol-covid-19/petunjuk-teknis-pelayanan- imunisasi-pada-masa-pandemi-covid-19/#.X6IYy6ozbIU

Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. (2013). Kerangka Kebijakan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 HPK).

Kurniati, Y. & Susi. (2020). Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Ibu dalam Pemenuhan Imunisasi Dasar Lengkap di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Kebidanan: Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia, 10(2), 76-83.

Mardianti, M., & Farida, Y. (2020). Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Imunisasi Dasar Pada Bayi Di Desa Rengasdengklok Selatan Kabupaten Karawang. Jurnal Kebidanan Indonesia : Journal of Indonesia Midwifery, 11(1), 17. https://doi.org/10.36419/jkebin.v11i1.322

Masturoh, I & Anggita.T. N. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Press.

Mitra. (2015). Permasalahan Anak Pendek (Stunting) dan Intervensi Untuk Mencegah Terjadinya Stunting (Suatu Kajian Kepustakaan). Jurnal Kesehatan Komunitas, 2(6), 254–261.

Mufdillah et al. (2017). Pedoman Pemberdayaan Ibu Menyusui pada Program ASI Ekslusif. Peduli ASI Ekslusif. 2(1). Pp. 0–38.

Mufdlilah. (2017). Buku Pedoman Pemberdayaan Ibu Menyusui Pada Program ASI Eksklusif.

Mufida, L., Widyaningsih, T. D., & Maligan, J. M. (2015). Prinsip Dasar Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) untuk Bayi 6-24 Bulan: Kajian Pustaka. Jurnal Pangan Dan Argoindustri, 3(4), 6.

Mustika, W., & Syamsul, D. (2018). Analisis permasalahan status gizi kurang pada balita di Puskesmas Teupah Selatan Kabupaten Simeuleu. Jurnal Kesehatan Global, 1(3), 127. https://doi.org/10.33085/jkg.v1i3.3952

Nasikhah, R. (2012). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24 – 36 Bulan Di Kecamatan Semarang Timur.

Neherta, M., & Nurdin, Y. (2017). Optimalisasi peran ibu sebagai pencegahan primer kekerasan seksual terhadap anak. Retrieved from.

Ni’mah, C., & Muniroh, L. (2015). Hubungan Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengetahuan dan Pola Asuh Ibu dengan Wasting dan Stunting pada Balita Keluarga Miskin. Media Gizi Indonesia, 10(2015), 84–90. https://doi.org/Vol. 10, No. 1 Januari–Juni 2015: hlm. 84–90

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2018). Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nugroho, M.R., Sasongko, R.N., & Kritiawan, M. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak usia dini di Indonesia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. 5(2), 2269-2276.

Nurbaiti, L., Adi, A. C., Devi, S. R., & Harthana, T. (2014). Kebiasaan Makan Balita Stunting Pada Masyarakat Suku Sasak: Tinjauan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 27(2), 109. https://doi.org/10.20473/mkp.v27i22014.109-117

Nurbaiti, L., Adi, A.C., Devi, S.R., & Harthana, T. (2014). Kebiasaan makan balita stunting pada masyarakat Suku Sasak: Tinjauan 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Masyarakat, Kebudayaan dan Politik. 27 (2), 104-112

Nursalam. (2019). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika.

Oktavia, L. (2020). Stunting on teenager in industrial labor and coastal area in Surabaya City. Biokultur. 9(1), 1-14.

Perera, P. J., Ranathunga, N., Fernando, M. P., Sampath, W., & Samaranayake, G. B. (2012). Actual exclusive breastfeeding rates and determinants among a cohort of children living in Gampaha district Sri Lanka: A prospective observational study. International breastfeeding journal, 7, 1-6.

Picauly, I., & Toy, S.M. (2013). Analisis determinan dan pengaruh stunting terhadap prestasi belajar anak sekolah di Kupang dan Sumba Timur, NTT. Jurnal Gizi dan Pangan. 8(1), 55-62.

Prihanti, G.S., Rahayu, M.P., & Abdullah, M.N. (2016). Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Status Kelengkapan Imunisasi Dasar di wilayah Kerja Puskesmas X Kota Kediri. Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga. 12(2).

Putri, A. F. (2019). Pentingnya orang dewasa awal menyelesaikan tugas perkembangannya. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 3(2), 35-40.

Rahmawati, L.A. & Irawan, A.M.A. (2020). Analisis Status Gizi serta Asupan Energi dan Zat Gizi Anak Down Syndrome di Rumah Ceria Down Syndrome. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains dan Tekonologi. 5(3), 1-12.

Riyanto, A. (2013). Pengetahuan dan Sikap Dalam Penelitian. Kesehatan, Jakarta: Salemba Medika

Sari, P., Sayuti, S., & Andri, A. (2022). Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Dasar pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas PAAL X Kota Jambi. Jurnal Kesmas Jambi, 6(1), 42-49..

Satriawan, E. (2019). Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) Periode 2018-2024. Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia: Jakarta.

Senewe, M., Rompas, S., & Lolong, J. (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Ibu Dalam Pemberian Imunisasi Dasar Di Puskesmas Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Madya Manado. Jurnal Keperawatan UNSRAT, 5(1), 109743.

Septamarini, R.G., Widyastuti, N., & Pruwanti, R. (2019). Hubungan pengetahuan dan sikap responsive feeding dengan kejadian stunting pada baduta usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo, Semarang. Journal of Nurtion College. 9(1), 9-20.

Septamarini, Widyastuti, dan Purwanti, (2019). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Responsive Feeding dengan Kejadian Stunting Pada Baduta Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandarharjo, Semarang. Journal of Nutrition College. 8(1),p.9. Available at: https://doi.org/10.14710/jnc. v8i1.23808.

Septiani, H. A.Budi & Karbito. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif Oleh Ibu Menyusui yang Bekerja Sebagai Tenaga Kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan. 2(2), 159-174

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Suradi R, Hegar B, Partiwi Nyoman IGA, Marzuki ANS, Ananta Y. (2020). Indonesia Menyusui. Jakarta : Badan Penerbit IDAI

Trisnawati, M., Pontang, G. S., & Mulyasari, I. (2016). Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Kidang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah. 8(19), 113–124.

Wahdah, S., Juffrie, M., & Huriyati, E. (2015). Faktor risiko kejadian stunting pada Anak umur 6 – 36 Bulan di Wilayah Pedalaman Kecamatan Silat Hulu, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia, 3(2), 119–130.

Wulandar, A. (2015). Hubungan tingkat pendidikan terakhir ibu terhadap kepatuhan imunisasi dasar bayi di Puskesmas Jumpandang Baru Kota Makassar. Makassar: Universitas Muhammadiyah Makssar.

Yuliawati, Kurniasari & Maryam. (2018). Hubungan antara pendidikan dan dukungan keluarga dengan kegagalan asi eksklusif. Journal of Health Studies. 3 (2)

Yuwanti, Mulyaningrum, F.M., & Susanti, M.M. (2021). Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Stunting Pada Balita di Kabupaten Grobogan. CENDIKIA UTAMA: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat. 10 (1), 74-84




DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v6i3.2224

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jumlah Kunjungan

Negara Pengunjung

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.