PERSEPSI KEPALA SEKOLAH TERHADAP PENDIDIKAN SEKS DINI DI SEKOLAH DASAR DI KOTA SAWAHLUNTO TAHUN 2024

Sriwaresky Ismal, Dien Gusta Anggraini Nursal, Yuniar Lestari

Sari


Abstract: Based on data in the last three years there have been cases of sexual violence in elementary school children in Sawahlunto City. This study aims to determine the description of the principal's perception of early sex education in elementary schools in Sawahlunto City. Research uses quantitative and qualitative methods (mix methods). Research location in Sawahlunto City. Quantitative research analyzes the variable perception of vulnerability, seriousness, benefits, obstacles, Self-efficacy with the Pearson Correlation Test Design The sample of this study amounted to 65 primary school principals (total population), selection of qualitative informants with purposive sampling techniques totaling 5 people carried out in the months May-June 2024. Univariate analysis results show perception, namely moderate vulnerability (50.8%), moderate seriousness (53.8%), moderate resistance (69.2%), moderate benefits (75.4%), moderate Self efficacy (32.3%) and moderate behavior (15.4%). The bivariate results show a significant relationship with the principal's health behavior in applying early sex education is the perception of vulnerability (r = 0.334, p <0.01), seriousness (r = 0.285, p <0.05), benefits (r = 0.292, p <0.05) , Resistance (r = 0.377, p <0.01), Self efficacy (r = 0.458, p <0.01). The results of qualitative analysis show that human resources are limited, the availability of limited funds, triggering activities are not optimal, monitoring and specific evaluations about early sex education have not been carried out. The conclusion of this study is that there is a correlation that goes in the direction of the health behavior of the Primary School principal in applying sexual education to their students, meaning, if one of the perception variables has increased, other variables also increase.

Keywords: Health-Belief Model, Principal Perception, Early Sex Education, Elementary School.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati (2001, Ilmu Pendidikan,halaman. 180, Penerbit Rineka Cipta

Alwisol, Roqib. (2007). Psikologi Kepribadian. Malang: Penerbit UPT Universitas Muhammadiyah Malang

Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka cipta Carpenter, C. J. (2010). A meta-analysis of the effectiveness of health belief model variables in predicting behavior. Journal of Health Communication, 25 (8), 661-669

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Pemdes Kota Sawahlunto.(2021). Laporan tahunan 2021

Esohe, dkk. (2015). Parents Perceptions Of The Teaching Of Sexual Education in Secondary School in Nigeria. Internasional Journal of Innovative, Science, Engineering & Technology. Vol (2). No (1). hlm 89-99.

Glanz, K., & Bishop, D. B. (2010). The role of behavioral science theory in development and implementation of public health interventions. Journal of Annual Review Public Health, 31, 399-418

Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2008). Health behavior and health education: theory, research, and practice. 4th Ed. San Fransisco: Jossey-Bass, A Wiley Imprint

Hapsari, M. I. (2016). Penerapan pendidikan seks di PAUD (kelompok bermain dan taman kanak-kanak) sebagai upaya pencegahan dan penanganan perilaku seksual yang bermasalah pada anak. Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional: Parenting and Education About Sex. Purwokerto, 26 Oktober 2016

Hardisman. (2020a). Analisis Data Penelitian Kualitatif (Pertama). Raja Grafindo Persada.

Hardisman. (2020b). Kupas Tuntas dan Lugas:Metodologi Penelitian Kualitatif (Cetakan I). RajaGrafindo Persada

Hastuti, S. (2014). Pendidikan seksual anak di TK dan SD: sebuah interaksi pelayanan bimbingan. Makalah disampaikan dalam Seminar Sanata Dharma Berbagi “Pendidikan Seksual Anak di Masa Sekolah Awal. Yogyakarta, 8 September 2014

Helmy Bachtiar Attamimy (2017) Aplikasi Health Belief Model Pada Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue

Herr,S.W. (2011). High school health education teachers‟ attitudes and perceptions related to teaching HIV prevention. Theses and dissertations The University of Toledo.

Heryana A, Unggul UE, Emergency H. Analisis Data Penelitian Kuantitatif. 2020;(June). doi:10.13140/RG.2.2.31268.91529

Hidajat, L. J. (2007). Panduan penyusunan dan penulisan skripsi. Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Atma Jaya

Humaira, D., Rohmah, N., Rifanda, N., Novitasari, K., Diena, U., & Nuqul, F.L. (2015). Kekerasan seksual pada anak: telaah relasi pelaku korban dan kerentanan pada anak. Jurnal Psikologi Islam, Vol. 12 (2), 5-10

Ida Bagus Gede Manuaba, Memahami Kesehatan Reproduksi pada Wanita, (Jakarta: Arcan, 1999) hlm. 13

Jatmikowati, T. E., Angin, R., & Ernawati. (2015). Model dan materi pendidikan seks anak usia dini perspektif gender untuk menghindarkan sexual abuse. Cakrawala Pendidikan, XXXIV (3), 434-448

Juliette Pepita Felicia (2017) Persepsi Guru TK Terhadap Pendidikan Seksual Anak Usia Dini Berdasarkan Health-Belief

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Survei Pengalaman Hidup Anak dan Remaja 2021.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Profil Anak Indonesia 2021, Hal. 332

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Peraturan tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah Nomor 40 Tahun 2021

Kenneth Wolker, The Handbook of Sex: Kitab Seksualitas yang Menjadikan Manusia Lebih Manusiawi, Terj. Ahmad Faidi dan Abdul Hamid

Kuntowijoyo, Maklumat Satra Profetik (Yogyakarta: Grafindo Litera Media, 2006), hal. 9-12.

M. Salam, Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Implementasi Pendidikan Karakter Di Sekolah Dasar, Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Vol.2 No 2 Desember 2017 Page 329-345

Mboiek, Pieter B., “Pelecehan Seksual Suatu Bahasan Psikologis Paeda-gogis,” makalah dalam Seminar Sexual Harassment, Surakarta 24 Juli (Surakarta : Kerjasama Pusat Studi Wanita Universitas Negeri Surakarta dan United States Information Service, 1992).

Michael Reiss- J. Mark Halstead, Pendidikan Seks Bagi Remaja: dari Prinsip ke Praktik (Yogyakarta: Alenia Press, 2006), hal. 275-307.

Moh. Rasyid, Pendidikan Seks, Mengubah Seks Abnormal Menuju Seks yang Lebih Bermoral,.

Muhammad Ali, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Modern, (Jakarta: Pustaka Amani, 2006).

Nurhayati Syaifuddin, Pentingnya Pendidikan Seks bagi Keluarga, Remaja, dan Anak dalam http:// mtmcairo.multiply.com/ journal/item/65/

Nursalam. Konsep dan penerapan metodelogi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba medika; 2003.

Oemar Hamali, Psikologi Belajar mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2009), hlm. 16

Onoruoiza SI, Musa, Umar BD, Kunle. 2015. Using Health Beliefs Model as an Intervention to Non Compliance with Hypertension Information among Hypertensive Patient. IOSR Journal Of Humanities And Social Science (IOSR-JHSS), 20(9): V.

Poerwandari, E. K. (2000). Kekerasan terhadap perempuan: tinjauan psikologi feministik, dalam Sudiarti Luhulima (ed) “Pemahaman Bentukbentuk tindak kekerasan terhadap perempuan dan alternative pemecahannya”, Jakarta: Kelompok kerja “convention watch” Pusat Kajian Wanita dan Jender, Universitas Indonesia.

Rasyid, Moh.(2007). Pendidikan Seks. Semarang: Syiar Media Publishing

Ratna Wijayanti Daniar Paramita, Metode Penelitian Kuantitatif.; 2021.

Safita R. Peranan orang tua dalam memberikan pendidikan seksual pada anak. Edu-Bio Dalam merancang kuesioner, peneliti melakukan diskusi bersama seorang psikolog

Salkind, N. J. (2008). Encyclopedia of educational psychology. California: Sage Publication, Inc.

Saryono. Metodelogi penelitian kesehatan; penuntun praktis bagi pemula. Setiawan A, editor. Jogjakarta: Mitra Cendikia; 2008.

Sisca, H., dan Moningka, C. (2009). Resiliensi perempuan dewasa muda yang pernah mengalami kekerasan seksual di masa kanak-kanak. Jurnal Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Sipil) Vol: 3 Oktober 2009.

Stanko, Elizabeth A., “Reading Danger: Sexual Harassment, Anticipation and Self -Protection,” dalam Marianne Hester (ed.) Women Violence and Male Power: Feminist Activism, Research and Practice (Buckingham: Open University Press,1996).

Sugiyono PD. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D.; 2013

Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: 45

Suhandjati, S. (2004). Kekerasan terhadap istri. Yogyakarta: Gama Media. Sulistyaningsih, E., & Faturochman (2002). Dampak sosial psikologis perkosaan. Buletin Psikologi, Tahun X, No. 1, Juni 2002, 9-23. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Sunaryo. Psikologi untuk Keperawatan [Internet]. Ester M, editor. Jakarta: EGC; 2004. Available from: https://books.google.co.id

Supriatna W. Pendidikan seks anak dalam keluarga menurut abdullah nashih ulwan. 2010.

UNESCO. (2009). International technical guidance on sexuality education. Paris: Education Sector

World Health Organization (WHO). Guidelines for medico-legal care for victims of sexual violence Guidelines for medico-legal care for victims of sexual violence. WHO Library Cataloguing-in-Publication Data; 2003. 6 p.

Wulantika S. Pentingnya mengenalkan pendidikan seks sejak usia dini [Internet]. 2015 [cited 2016 Jun 7]. Available from: http://www.kompasiana.com/wicka14/pentingnya-ngenalkanpendidikan-seks-sejak-usia-dini




DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v7i1.4078

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jumlah Kunjungan

Negara Pengunjung

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.