ANALISIS KLORIN PADA BIHUN YANG DIJUAL DI PASAR KODIM PEKANBARU
Sari
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Adiwisastra, A. 1989. Sumber Bahaya Serta Penanggulangan Keracunan. Penerbit Angkasa. Bandung.
Astawan, Made. 2008. Membuat Mi dan Bihun. Penebar Swadaya. Jakarta
Darniadi, S. 2010. Identifikasi Bahan Tambahan Pangan (BTP) Pemutih Klorin Pada Beras. Jurnal. Hal 1311-1317.Balai Besar Pascapanen Pertanian. Bogor.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen. 2008. Sosialisasi Larangan Penggunaan Bahan Pemutih (Klorin) Dalam Beras. (Online), (http://www.sragen.go.id Diakses 20 Januari 2015).
Elfiadi. 2008. Pengujian Klorin. PT Amia Batu Sangkar.
Kemal, T. Bihun. (Online), (http://www.ristek.go.id Diakses 20 Januari 2015)
Laksmi, S.B 2001. Potensi dan Prospek Bioteknologi dalam Rangka Penyediaan Pangan Menyehatkan. Fakultas Teknologi Pertanian, Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor.
Lista, S.R.V., 2014. Identifikasi Kaporit pada Beberapa Sampel Beras yang Dijual di Pasar Kodim Pekanbaru. Akademi Analis Fajar. Pekanbaru.
Luthana, Y.K. 2008. Klorin atau Ca(OCL)2. (Online), (http://yongkikastanyaluthana.wordpress.comdiakses 26 Februari 2009).
Munarso, S., Haryanto, B. 2000. Perkembangan Teknologi Pengolahan Mie, (Online), (https://setyo14edu.wordpress.com/perkembangan-teknologi-pengolahan-mie/ diakses 24 Desember 2014).
Parnomo, A. 2003. Pembuatan Cairan Pemutih. Penerbit Puspa Swara. Jakarta.
Permenkes RI No. 722/Menkes/Per/XI/1988. Tentang Bahan Tambahan Makanan. Jakarta.
Sartono, 2001. Racun dan Keracunan. Widya Medika. Jakarta.
Sinuhaji, D. 2009. Perbedaan Kandungan Klorin (Cl2) Pada Beras Sebelum dan Sesudah Dimasak Tahun 2009. Skripsi tidak diterbitkan. Program Pasca Sarjana FKM USU.
DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v2i4.491
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Negara Pengunjung

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.










