FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEJADIAN DANDRUFF PADA SISWI BERJILBAB DI SMA MUHAMMADIYAH 1 PEKANBARU
Sari
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Adict, K. (2011). Ketombe : Definisi-Gejala-Penyebab-Faktor Resiko-Cara Mengatasi. Diambil pada 2011 dari https://m.kaskus.co.id/profile/3181671
Arikunto. (2006). Prosedur penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
Badan POM RI. (2009). Faktor-faktor penyebab ketombe. Majalah Natura. KosVol/No.11, September 2009. Jakarta, Diakses 9 November 2011.
Badan Pusat Statistik. (2010). Penduduk menurut wilayah dan agama yang dianut. Diambil pada tanggal 10 Januari 2014. Available from: online.sp2010.bps.go.id
Fredick, M., & Ranganathan. (2011). A new postulate on two stages of dandruff : a clinical prespective. Int J Trichology.
Georgious, et al. (2012). Malasszia genus in skin and systemis diseases. Clin Microbiol Rev.
Hart, A. (2003). The anxiety curt. Interksara.
Hastono, Priyo. (2007). Analisis Data Kesehatan. Depok: Universitas Indonesia.
Hasan, Alwi. (2007). Kamus besar bahasa indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Hidayat, A. A. (2007). Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis. Jakarta: Salemba Medika.
Hidayat, A. A. (2008). Pengantar kebutuhan dasar manusia: Aplikasi konsep dan proses keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Hidayat, A. A. (2009). Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis. Jakarta: Salemba Medika.
Kartika,U. (2011). Dampak negatif akibat jarang keramas. Di peroleh pada 23 Januari 2016. m.liputan6.com/lifestyle/read/248232/dampak-negatif-akibat-jarang-keramas.
Kurniawan, R. (2014). Sejarah jilbab kerudung dan perkembangannya. Diambil tanggal 19 Desember 2015 dari http://www.intipsejarah.com
Mantovani,S. (2005). Hijab indonesia – sejarah yang terlupakan. Diambil tahun 2006. thisisgender.com/hijab-indonesia-sejarah-yang-terlupakan/#forward.
Mahan LK. (2008). Krause’s food & Nutrition therapy, Edition 12. Canada : Saunders Elsevier.
Maharani, S. (2015). Penyakit kulit. Yogyakarta: Pustaka Baru Press
Marsi. (2012). Hubungan pola makan dan stres terhadap kekambuhan penderita gastritis di wilayah kerja puskesmas kampar kiri hulu 1. Skripsi Tidak Diterbitkan, STIKes Tengku Maharatu.
Ni’mah, A. (2014). Hubungan penggunaan jilbab dengan kejadian ketombe pada mahasiswi fakultas kedokteran UNS. Diambil tanggal 08 februari 2012 dari http://fk.uns.ac.id
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Pratiwi, A. (2016). Faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian acne vulgaris pada siswa-siswi kelas x SMAN 4 Pekanbaru.Skripsi Tidak Diterbitkan, STIKes Tengku Maharatu.
Ranganathan, S. (2010). The most commercially exploited skin disease. Indian J Dermator.
Rundramurthy. (2014). Association of malassezia speciens with dandruff. Indian J Med Res.
Santi, B. (2015). Masalah rambut wanita berhijab dan cara mengatasinya. Diambil tanggal 20 Juli 2015 dari https://kawaiibeautyjapan.com/article/1738/cara-mengatasi-masalah-rambut-wanita-berhijab.
Schwartz, & James, R., et al. (2013). A comprehem sive patophysiology of dandruff and seborrheic dermatitis through whole. Genom Analysis.
Thedfeeze. (2011). Education and entertaiment. Diambil 2011 dari smart-fresh.blogspot.co.id/2011/12/dandruff-ketombe.html?m=1.
Vashti, A. (2014).Faktor risiko pemakaian jilbab terhadap kejadian ketombe pada mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Diambil 2015 dari http://repository.uinjkt.ac.id.
Veru, P. (2013). faktor –faktor yang mempengaruhi ketombe (Dermatitis Seborrheica) pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas malahayati angkatan 2011. Diambil 2014 dari http://malahayati.ac.id.
Wibowo, W. (2016). Jenis makanan ini bisa menjadi penyebab ketombe. Diambil 6 Juni 2016 dari ramkul.nyimuetz.com/2016/06/jenis-makanan-ini-bisa-menjadi-penyebab-ketombe.html?m=1.
Yunusiyyah, R. E. (2005). Majahidah tanpa emansipast. Diambil 2009 dari http://thisisgender.com
DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v2i5.527
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Negara Pengunjung

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.










